Lo Kheng Hong Tambah Saham SIMP Saat Harga Turun
Lo Kheng Hong tambah saham SIMP ketika harga saham emiten sawit tersebut mengalami tekanan besar di Bursa Efek Indonesia. Investor senior Lo Kheng Hong itu membeli saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk atau SIMP saat harga sahamnya turun hingga 38 persen dalam satu bulan terakhir. Berdasarkan data perdagangan 22 Mei 2026, saham SIMP berada di level Rp525 per lembar. Selain itu, kondisi pelemahan harga tersebut membuat saham Grup Salim ramai diperbincangkan pelaku pasar dan investor ritel. Aksi pembelian ini juga memperlihatkan keyakinan Lo Kheng Hong terhadap prospek jangka panjang sektor perkebunan sawit.
Kepemilikan Saham SIMP Kini Tembus 793,64 Juta Lembar
Berdasarkan laporan Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI, Lo Kheng Hong membeli tambahan 22,62 juta saham pada 21 Mei 2026. Dengan demikian, total kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 793,64 juta lembar atau setara 5,12 persen dari total saham beredar. Sebelumnya, kepemilikannya berada di level 4,97 persen pada akhir April 2026. Oleh karena itu, pasar menilai aksi pembelian tersebut sebagai sinyal optimisme terhadap prospek industri minyak sawit nasional. Di sisi lain, saham SIMP dianggap sudah berada pada valuasi menarik setelah mengalami koreksi cukup dalam.
Lo Kheng Hong dan Saham SIMP Jadi Perhatian Investor
Masuknya investor besar seperti Lo Kheng Hong ikut meningkatkan perhatian investor ritel terhadap SIMP. Berdasarkan laporan PT Raya Saham Registra, jumlah pemegang saham SIMP bertambah 2.308 investor sepanjang April 2026. Alhasil, total investor meningkat menjadi 19.737 pemegang saham dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 17.429 investor. Lonjakan investor ini terjadi setelah saham SIMP ramai dibahas di pasar modal. Sementara itu, struktur kepemilikan saham perusahaan masih didominasi oleh Indofood Agri Resources Ltd sebesar 73,46 persen dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebesar 6,68 persen.
Strategi Value Investing Kembali Jadi Perhatian
Keputusan membeli saham saat harga turun kembali memperlihatkan gaya investasi khas Lo Kheng Hong. Investor kawakan tersebut dikenal sering memburu saham undervalued ketika pasar sedang melemah. Karena itu, langkah masuk ke saham SIMP dianggap sejalan dengan strategi value investing yang telah lama diterapkannya. Selain memiliki saham SIMP, ia juga tercatat memegang saham di beberapa emiten besar seperti PT Gajah Tunggal Tbk, PT Intiland Development Tbk, dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. Dengan strategi tersebut, Lo Kheng Hong tetap menjadi salah satu investor yang paling diperhatikan di pasar modal Indonesia.
Dividen Tinggi Masih Jadi Daya Tarik
Selain aktif membeli saham murah, Lo Kheng Hong juga dikenal menyukai emiten dengan potensi dividen besar. Salah satu saham dalam portofolionya adalah PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk atau RALS. Emiten tersebut membagikan dividen Rp50 per saham untuk tahun buku 2025 dengan yield lebih dari 11 persen. Oleh sebab itu, banyak investor melihat strategi investasinya sebagai kombinasi antara berburu saham murah dan mencari pendapatan dividen rutin. Tidak hanya mengandalkan kenaikan harga saham, investor senior tersebut juga fokus pada arus kas jangka panjang dari pembagian dividen perusahaan.
👁 1224 kali
👁 1372 kali
👁 1787 kali
👁 1628 kali
👁️ Dilihat 32 kali




