Harga Sawit Hari Ini 22 Mei 2026 di Berbagai Daerah
Harga sawit hari ini 22 Mei 2026 masih bervariasi di sejumlah wilayah sentra perkebunan Indonesia. Berdasarkan data terbaru, harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit berada pada kisaran Rp2.560 hingga Rp3.998 per kilogram di tingkat pabrik. Sementara itu, harga crude palm oil atau CPO lokal tercatat sebesar Rp15.079 per kilogram.
Di Provinsi Riau, harga sawit plasma usia 22 tahun mencapai Rp3.731 per kg. Untuk sawit swadaya usia 10 hingga 20 tahun, harganya berada di level Rp3.818 per kg. Sementara di Sumatera Barat, harga TBS sawit usia produktif 10–20 tahun menjadi yang tertinggi dengan nilai Rp3.998 per kg.
Harga Sawit Sumsel dan Jambi Mengalami Penurunan
Meski nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat, harga sawit hari ini 22 Mei 2026 justru mengalami koreksi di beberapa daerah. Dinas Perkebunan Sumatera Selatan mengungkapkan harga TBS periode II Mei 2026 turun menjadi Rp3.864 per kg dari sebelumnya Rp3.898 per kg pada periode I Mei 2026.
Di Provinsi Jambi, harga sawit periode 22–28 Mei 2026 juga turun sebesar Rp41,98 per kilogram menjadi Rp3.818,54 per kg di tingkat pabrik. Penurunan tersebut terutama terjadi pada sawit usia 10–20 tahun yang sebelumnya sempat berada di level lebih tinggi. Sementara harga di tingkat petani diperkirakan hanya berkisar Rp2.900 hingga Rp3.300 per kg.
Penyebab Harga Sawit Hari Ini Turun
Penurunan harga sawit hari ini 22 Mei 2026 dipengaruhi melemahnya harga CPO dunia dan melambatnya permintaan ekspor. Menurut Dinas Perkebunan Sumsel, koreksi harga CPO di Bursa Malaysia dan Rotterdam memberikan dampak langsung terhadap harga TBS di tingkat petani.
Selain itu, permintaan dari negara tujuan ekspor seperti Tiongkok dan Eropa juga mulai menurun. Sejumlah negara bahkan beralih menggunakan minyak nabati lain seperti minyak kedelai yang dinilai lebih murah. Faktor logistik dan tingginya stok domestik di tangki timbun pelabuhan ekspor turut membuat harga sawit sulit kembali naik dalam jangka pendek.
Kebijakan Ekspor CPO Mulai Membuat Pelaku Sawit Cemas
Rencana pemerintah menerapkan kebijakan ekspor CPO satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia mulai memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri sawit. Banyak pabrik kelapa sawit atau PKS kini lebih berhati-hati membeli TBS petani karena masih menunggu aturan teknis resmi dari pemerintah.
Direktur Eksekutif PASPI Tungkot Sipayung menilai ketidakjelasan aturan membuat pasar menjadi spekulatif. Akibatnya, harga TBS di tingkat petani mulai tertekan karena PKS khawatir terhadap kelanjutan mekanisme ekspor sawit nasional. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu rantai pasok industri sawit mulai dari petani, eksportir, hingga pembeli internasional.
Prospek Harga Sawit dan Kondisi Petani Sawit Saat Ini
Walaupun harga sawit hari ini 22 Mei 2026 mengalami penurunan, kondisi petani sawit dinilai masih relatif stabil. Hal tersebut terlihat dari kenaikan indeks K menjadi 93 persen dari sebelumnya 92 persen. Kenaikan indeks ini menunjukkan porsi harga yang diterima petani masih cukup baik meskipun harga TBS turun.
Ke depan, pelaku industri berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait kebijakan ekspor sawit agar pasar kembali stabil. Jika harga CPO global kembali menguat dan permintaan ekspor membaik, harga TBS sawit berpotensi pulih dalam beberapa bulan mendatang. Petani juga berharap kebijakan baru tidak semakin menekan harga sawit di tingkat kebun.
👁 1224 kali
👁 1372 kali
👁 1360 kali
👁 1787 kali
👁️ Dilihat 483 kali




