Bripda Nopandri Ditemukan Setelah Dilaporkan Hilang
Polres Katingan kembali menjadi perhatian publik setelah Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan meninggal dunia usai dilaporkan hilang saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Setelah beberapa hari pencarian, tim gabungan menemukan jenazah korban di DAS Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang. Selanjutnya, petugas segera mengevakuasi jenazah yang ditemukan dalam kondisi terapung dan tersangkut di ranting kayu. Kemudian, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Operasi Berubah Menjadi Penyerangan
Operasi tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menetapkan seorang residivis berinisial BIO sebagai target operasi. Namun, situasi berubah ketika sejumlah orang melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan. Akibatnya, anggota kepolisian terpaksa menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan. Selain itu, insiden tersebut menyebabkan gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra saat menjalankan tugas.
Tim Gabungan Terus Memburu Pelaku
Sementara itu, Bareskrim Polri bersama Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan terus mempercepat penyelidikan. Di sisi lain, penyidik juga mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa. Bahkan, tim gabungan telah menangkap beberapa terduga pelaku, termasuk pria berinisial S alias A dan R. Meski demikian, aparat masih memburu pelaku lain yang diduga ikut menyerang personel kepolisian.
Penghargaan untuk Anggota yang Gugur
Selain fokus pada penyelidikan, Polri juga memberikan penghormatan kepada anggota yang gugur dalam operasi tersebut. Kapolri menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada Aipda Yudhie Perdana Putra sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya. Di samping itu, keluarga almarhum menerima dukungan dari institusi Polri dan pemerintah daerah. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung pemberantasan narkoba secara berkelanjutan.
Polres Katingan Berkomitmen Mengusut Tuntas Kasus
Hingga saat ini, Polres Katingan bersama tim gabungan masih melanjutkan pengejaran terhadap para pelaku yang belum tertangkap. Oleh karena itu, kepolisian mengajak masyarakat memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pihak yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Dengan demikian, proses penyelidikan diharapkan berjalan lebih cepat dan mampu mengungkap seluruh fakta yang terjadi. Pada akhirnya, aparat menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku sekaligus memperkuat upaya pemberantasan jaringan narkotika di wilayah Kalimantan Tengah.
👁 2525 kali
👁 1853 kali
👁 1396 kali
👁 1123 kali
👁️ Dilihat 7 kali




