Pendapatan WSBP Naik pada Semester I 2026

Rugi Bersih WSBP Masih Meningkat Akibat Beban Keuangan

Pendapatan WSBP Naik Berkat Kontribusi Tiga Lini Bisnis

Pendapatan WSBP naik menjadi Rp808,07 miliar sepanjang Semester I 2026. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 10,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp732,65 miliar. Peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas operasional perusahaan mulai bergerak positif di tengah tantangan industri konstruksi nasional. Meski demikian, peningkatan pendapatan belum mampu membawa perseroan keluar dari tekanan laba karena berbagai beban usaha dan beban keuangan masih cukup tinggi. Oleh sebab itu, manajemen tetap menjalankan strategi efisiensi agar kinerja perusahaan terus membaik pada periode berikutnya.

Pendapatan WSBP Naik Didukung Jasa Konstruksi dan Beton Pracetak

Kinerja positif tersebut berasal dari tiga lini usaha utama. Segmen jasa konstruksi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp316,81 miliar. Selanjutnya, lini beton pracetak atau precast memberikan kontribusi sebesar Rp310,30 miliar, sedangkan bisnis readymix dan quarry menghasilkan pendapatan Rp180,95 miliar. Berbagai proyek strategis di sejumlah wilayah Indonesia menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut. WSBP mengerjakan proyek Tangguh UCC Onshore, Gedung KCN Marunda, Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 Fase 2 Paket 3, Laboratorium Terpadu Universitas Khairun, Gedung L-SSIT Universitas Udayana, hingga pembangunan fasilitas pendidikan lainnya. Selain meningkatkan pendapatan, proyek-proyek tersebut memperkuat posisi perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Pendapatan WSBP Naik Didukung Jasa Konstruksi dan Beton Pracetak

Efisiensi Operasional WSBP Terus Diperkuat

Di sisi lain, WSBP terus memperkuat efisiensi operasional agar mampu menjaga keberlangsungan bisnis. Perseroan berhasil menurunkan Beban Umum dan Administrasi (BUA) sebesar 16 persen secara tahunan menjadi Rp161,18 miliar dari sebelumnya Rp191,85 miliar. Selain itu, optimalisasi utilisasi fasilitas produksi berhasil memangkas beban non-contributing plant dari Rp17,74 miliar menjadi Rp5,31 miliar. Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menjelaskan bahwa perusahaan terus meningkatkan produktivitas aset, mengendalikan biaya operasional, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya. Dengan demikian, efektivitas operasional dapat meningkat sekaligus memperkuat fondasi bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Rugi Bersih WSBP Masih Meningkat Akibat Beban Keuangan

Walaupun pendapatan WSBP naik, perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp285,59 miliar hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar 20,56 persen dibandingkan rugi bersih Semester I 2025 sebesar Rp236,88 miliar. Kenaikan rugi dipengaruhi oleh meningkatnya beban pokok pendapatan menjadi Rp717,99 miliar dari Rp601,14 miliar pada tahun sebelumnya. Akibatnya, laba kotor turun menjadi Rp90,07 miliar dari sebelumnya Rp131,50 miliar. Selain itu, beban keuangan juga meningkat menjadi Rp155,44 miliar sehingga semakin menekan profitabilitas perusahaan. Di sisi neraca, total aset turun menjadi Rp2,91 triliun, sedangkan liabilitas meningkat menjadi Rp5,15 triliun dan defisit perusahaan bertambah menjadi Rp10,27 triliun.

Rugi Bersih WSBP Masih Meningkat Akibat Beban Keuangan

Pendapatan WSBP Naik Menjadi Modal Memperkuat Kinerja

Manajemen menilai peningkatan pendapatan merupakan sinyal positif bagi proses pemulihan perusahaan. Oleh karena itu, WSBP akan terus menyelesaikan proyek yang sedang berjalan dengan mengutamakan kualitas produk, ketepatan waktu, serta standar keselamatan kerja. Selain itu, perusahaan akan melanjutkan berbagai program efisiensi melalui pengendalian biaya, optimalisasi aset, dan peningkatan produktivitas fasilitas produksi. WSBP juga berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan yang baik agar setiap keputusan mendukung keberlanjutan usaha. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, perseroan optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional, memperluas peluang proyek baru, dan secara bertahap memperbaiki kondisi keuangan di masa mendatang.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 2723 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1766 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1947 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 2501 kali

👁️ Dilihat 7 kali