Jakarta – Insiden mengerikan terjadi pada penerbangan Ryanair rute Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman, pada Jumat (10/7/2026). Seorang penumpang dilaporkan hampir tersedot keluar pesawat setelah jendela kabin pecah saat pesawat masih dalam fase pendakian usai lepas landas. Beruntung, penumpang lain berhasil menarik korban kembali ke dalam kabin sehingga nyawanya dapat diselamatkan.
Menurut keterangan Ryanair, pesawat melakukan pendaratan darurat dan kembali ke Bandara Thessaloniki setelah sebuah jendela penumpang terlepas saat penerbangan. Korban mengalami luka, tetapi kondisinya tidak mengancam jiwa dan langsung mendapatkan perawatan medis setelah pesawat mendarat dengan selamat.
Kenapa Penumpang Bisa Sampai ‘Tersedot’ Keluar?

Fenomena ini terjadi akibat dekompresi kabin atau penurunan tekanan udara secara tiba-tiba setelah jendela pesawat pecah.
Saat pesawat terbang pada ketinggian belasan hingga puluhan ribu kaki, tekanan udara di luar pesawat jauh lebih rendah dibandingkan tekanan di dalam kabin. Kabin sengaja dipertahankan bertekanan agar penumpang tetap dapat bernapas dengan nyaman.
Ketika jendela pecah, udara bertekanan tinggi di dalam kabin langsung mengalir keluar melalui lubang tersebut dengan sangat cepat. Aliran udara yang kuat ini menciptakan gaya yang dapat menyeret benda-benda ringan, bahkan tubuh manusia yang berada tepat di dekat lubang.
Dalam insiden Ryanair, laporan saksi menyebut kepala dan bahu korban sempat berada di luar pesawat. Namun, korban tetap tertahan karena mengenakan sabuk pengaman, sementara penumpang lain segera menariknya kembali ke dalam kabin.
Dugaan Penyebab Masih Diselidiki
Penyebab pasti pecahnya jendela masih dalam penyelidikan. Namun, laporan awal menyebut kemungkinan terdapat kegagalan mesin (uncontained engine failure) yang menyebabkan serpihan logam menghantam badan pesawat hingga merusak jendela kabin.
Ryanair, Boeing, serta otoritas penerbangan Eropa dan Amerika Serikat telah menyatakan bekerja sama dalam investigasi guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Masker Oksigen Langsung Turun

Akibat dekompresi mendadak, masker oksigen otomatis keluar dari kompartemen di atas kursi penumpang. Hal ini merupakan prosedur keselamatan yang dirancang untuk membantu penumpang memperoleh pasokan oksigen hingga pesawat turun ke ketinggian yang lebih aman.
Pilot kemudian memutuskan kembali ke Bandara Thessaloniki dan melakukan pendaratan darurat tanpa insiden lanjutan. Seluruh penumpang akhirnya diterbangkan menggunakan pesawat pengganti menuju tujuan akhir mereka.
Apakah Penumpang Benar-Benar Bisa Tersedot Keluar?
Pakar penerbangan menjelaskan bahwa istilah “tersedot keluar” sebenarnya menggambarkan efek dari perbedaan tekanan udara yang sangat besar. Tubuh penumpang tidak dihisap seperti penyedot debu, melainkan terdorong oleh aliran udara berkecepatan tinggi menuju area bertekanan lebih rendah.
Risiko terbesar dialami penumpang yang duduk tepat di samping jendela yang rusak, terutama jika tidak mengenakan sabuk pengaman. Karena itu, maskapai selalu mewajibkan penumpang mengenakan sabuk pengaman selama duduk, bahkan ketika lampu tanda sabuk pengaman dimatikan.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya mematuhi prosedur keselamatan penerbangan. Penggunaan sabuk pengaman terbukti menjadi faktor utama yang menyelamatkan korban dari kemungkinan terlempar keluar pesawat saat dekompresi terjadi.
👁 1040 kali
👁 2106 kali
👁 2113 kali
👁 2808 kali
👁️ Dilihat 7 kali





