Lo Kheng Hong Tambah Saham DILD Saat Harga Turun

Strategi Value Investing Ala Lo Kheng Hong Saat Pasar Turun

Lo Kheng Hong Tambah Saham DILD di Tengah Koreksi Harga

Lo Kheng Hong tambah saham DILD dan kembali menarik perhatian investor pasar modal Indonesia. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per Juni 2026, kepemilikan Lo Kheng Hong di PT Intiland Development Tbk (DILD) meningkat menjadi 7,34%, naik dari 7,32% pada akhir Mei 2026. Artinya, jumlah saham yang dimiliki bertambah menjadi sekitar 760,45 juta lembar, dibandingkan sebelumnya 758,63 juta lembar. Langkah Lo Kheng Hong tambah saham DILD dilakukan ketika harga saham emiten properti tersebut masih mengalami tekanan. Oleh karena itu, banyak investor menilai aksi ini sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek jangka panjang Intiland Development. Selain itu, keputusan tersebut kembali menegaskan konsistensi Lo Kheng Hong dalam menerapkan strategi value investing.

Harga Saham DILD Masih Melemah, Tetapi Dinilai Menarik

Harga saham DILD masih bergerak dalam tren menurun. Pada perdagangan 10 Juli 2026, saham DILD ditutup di level Rp113, turun 0,88% dibandingkan hari sebelumnya. Selama satu bulan terakhir, saham tersebut juga terkoreksi sekitar 5,04%. Sementara itu, sejak awal tahun 2026 atau year to date (YTD), harga saham DILD telah melemah hampir 19,86%.

Meski demikian, kondisi tersebut justru dianggap sebagai peluang investasi oleh Lo Kheng Hong. Ia dikenal sebagai investor yang lebih memilih membeli saham perusahaan dengan fundamental kuat ketika valuasinya sedang murah. Dengan demikian, penurunan harga tidak selalu menjadi sinyal negatif. Sebaliknya, harga yang rendah dapat memberikan kesempatan memperoleh saham berkualitas dengan potensi keuntungan jangka panjang apabila kinerja perusahaan tetap solid.

Harga Saham DILD Masih Melemah, Tetapi Dinilai Menarik

Struktur Pemegang Saham DILD Mengalami Perubahan

Laporan registrasi pemegang saham juga menunjukkan adanya perubahan komposisi pemegang saham utama DILD. UOB Kay Hian Pte Ltd kini menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 22,85%. Selanjutnya, Bali Private Villa(s) Pte. Ltd. memiliki 7,49%, sedangkan Lo Kheng Hong menempati posisi berikutnya dengan kepemilikan 7,34%.

Di sisi lain, porsi free float meningkat cukup signifikan menjadi 57,42%, naik dari 43,21% pada Mei 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak saham yang beredar di publik sehingga likuiditas perdagangan berpotensi meningkat. Akan tetapi, jumlah pemegang saham DILD justru turun menjadi 19.296 investor, berkurang sekitar 390 investor dibandingkan bulan sebelumnya. Perubahan ini memperlihatkan bahwa aktivitas kepemilikan saham terus bergerak mengikuti dinamika pasar.

Strategi Value Investing Ala Lo Kheng Hong Saat Pasar Turun

Dalam Seminar Mercu Buana Investment Festival (Minfest) 2026, Lo Kheng Hong kembali menegaskan bahwa waktu terbaik membeli saham adalah ketika pasar sedang mengalami tekanan. Menurutnya, saham perusahaan berkualitas sering kali diperdagangkan pada harga yang jauh lebih murah ketika mayoritas investor panik.

Selain itu, ia mengingatkan investor agar tidak terburu-buru melakukan cut loss hanya karena harga saham turun. Sebaliknya, investor perlu berfokus pada fundamental perusahaan, laba yang konsisten, tata kelola yang baik, dan valuasi yang menarik. Bahkan, Lo Kheng Hong mengibaratkan kondisi pasar yang sedang terkoreksi sebagai “hujan emas” sehingga investor perlu menyiapkan “ember besar” untuk memanfaatkan peluang tersebut. Oleh sebab itu, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis yang matang, bukan pada emosi sesaat.

Strategi Value Investing Ala Lo Kheng Hong Saat Pasar Turun

Pelajaran Penting dari Aksi Lo Kheng Hong Tambah Saham DILD

Keputusan Lo Kheng Hong tambah saham DILD kembali menunjukkan bahwa strategi value investing membutuhkan kesabaran dan disiplin. Investor yang dijuluki Warren Buffett Indonesia tersebut terus berpegang pada prinsip membeli perusahaan dengan fundamental yang baik ketika valuasinya masih murah. Pendekatan tersebut telah membawanya meraih berbagai keberhasilan dalam investasi saham selama bertahun-tahun.

Di samping itu, Lo Kheng Hong juga mengajak investor untuk memiliki orientasi jangka panjang. Ketika IHSG mengalami tekanan akibat berbagai sentimen, ia justru melihat peluang untuk membeli saham berkualitas dengan harga diskon. Oleh karena itu, investor sebaiknya melakukan analisis fundamental, menghindari keputusan emosional, serta menyiapkan dana investasi sebelum peluang datang. Dengan menerapkan prinsip tersebut secara konsisten, peluang memperoleh hasil investasi yang optimal dalam jangka panjang akan semakin besar. Aksi Lo Kheng Hong tambah saham DILD menjadi contoh nyata bahwa peluang terbaik sering muncul ketika pasar sedang berada dalam fase koreksi.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 2812 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2000 kali

-5%
Original price was: Rp950.000.Current price is: Rp902.500.

👁 2764 kali

-5%
Original price was: Rp1.000.000.Current price is: Rp950.000.

👁 1629 kali

👁️ Dilihat 15 kali