Kiwoom Sekuritas Tetap Rekomendasikan Buy untuk BBCA
JAKARTA – Kiwoom Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi buy untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Perusahaan sekuritas tersebut menetapkan target harga Rp 8.075 per saham untuk periode 12 bulan ke depan karena menilai fundamental BCA masih sangat solid meski industri perbankan menghadapi tantangan perlambatan pertumbuhan kredit.
Target harga tersebut mencerminkan potensi kenaikan yang menarik dibandingkan posisi harga saham saat ini. Penilaian Kiwoom didasarkan pada kombinasi metode valuasi Price to Book Value (P/BV) dan Dividend Discount Model (DDM).
Laba Bersih dan Pendapatan Masih Bertumbuh

Kinerja keuangan BCA pada kuartal I-2026 menjadi salah satu alasan utama dipertahankannya rekomendasi beli. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun, naik sekitar 3,8% secara tahunan (year on year/yoy).
Selain itu, pendapatan operasional meningkat menjadi Rp27,8 triliun, didukung oleh pertumbuhan pendapatan nonbunga yang tetap kuat. Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan BCA menjaga profitabilitas di tengah tekanan pada margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM).
Pertumbuhan Kredit dan Dana Murah Jadi Penopang

Penyaluran kredit BCA mencapai sekitar Rp993,8 triliun atau tumbuh 5,6% yoy. Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari segmen korporasi, komersial, serta usaha kecil dan menengah (UKM).
Di sisi lain, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) meningkat menjadi sekitar Rp1.089 triliun, naik 11,2% yoy. Kenaikan CASA membantu menjaga biaya dana tetap rendah sehingga memperkuat daya saing perusahaan di sektor perbankan.
Kualitas Aset Dinilai Tetap Sehat
Kiwoom juga menilai kualitas aset BCA masih terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah atau gross Non-Performing Loan (NPL) berada di kisaran 1,8%, sementara Loan at Risk (LAR) tercatat sekitar 5,1%.
Angka tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam mengelola risiko kredit secara disiplin, sehingga menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek jangka panjang saham BBCA.
Risiko Tetap Perlu Dicermati
Meski optimistis terhadap prospek BCA, Kiwoom Sekuritas tetap mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor. Beberapa di antaranya adalah tekanan berkepanjangan terhadap margin bunga bersih, perlambatan pertumbuhan kredit, serta kondisi makroekonomi yang berpotensi memengaruhi kinerja industri perbankan.
Namun demikian, dengan fundamental yang kuat, likuiditas yang solid, serta kualitas aset yang tetap sehat, Kiwoom menilai BBCA masih layak menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang di sektor perbankan Indonesia.
👁 2833 kali
👁 2743 kali
👁 2005 kali
👁 3102 kali
👁️ Dilihat 8 kali





