IHSG 26 Februari 2026: Sempat Naik, Sesi I Ditutup Melemah

Penyebab IHSG Melemah 0,81% pada Sesi I

IHSG 26 Februari 2026 Dibuka Menguat ke 8.351

IHSG 26 Februari 2026 dibuka menguat 0,35 persen ke level 8.351 pada pukul 09.00 WIB. Penguatan awal ini didukung sentimen positif dari pergerakan rupiah yang terapresiasi ke kisaran Rp 16.800 per dolar AS. Namun, optimisme tersebut tidak bertahan lama. Dalam satu jam pertama perdagangan, indeks berbalik arah dan turun ke level 8.288. Tekanan jual meningkat sehingga IHSG pada sesi I ditutup melemah 0,81 persen di area 8.288–8.303.

Pergerakan yang cepat dari zona hijau ke merah menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati. Volume transaksi terlihat aktif, tetapi tekanan jual lebih dominan dibandingkan aksi beli. Kondisi ini mencerminkan pasar yang sensitif terhadap sentimen eksternal maupun domestik.

Sentimen Global Tekan Pergerakan Indeks

Pelaku pasar mengambil posisi wait and see menjelang perundingan Amerika Serikat dan Iran di Jenewa. Selain itu, kebijakan tarif global yang berpotensi memicu ketegangan perdagangan turut memengaruhi psikologi investor. Kombinasi faktor geopolitik dan ketidakpastian kebijakan membuat investor cenderung melakukan profit taking jangka pendek.

Sejumlah analis menilai bahwa volatilitas masih akan mewarnai perdagangan hingga sesi II. Sentimen global yang belum stabil mendorong investor mengurangi eksposur pada saham berisiko tinggi. Akibatnya, IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan terbatas sepanjang sesi pagi.

IHSG 26 Februari 2026 Dibuka Menguat ke 8.351

Sektor Transportasi dan Saham Teraktif

Tekanan terbesar datang dari sektor transportasi yang mengalami pelemahan signifikan pada sesi pagi. Saham-saham tertentu mencatatkan tekanan jual cukup tinggi. Saham BUMI mengalami net sell besar sehingga membebani indeks. Di sisi lain, NCKL dan GOTO justru menunjukkan aksi akumulasi dari investor.

Saham LPKR dan PWON juga masuk daftar saham yang mengalami pembelian bertahap. Sementara itu, ARCI bergerak fluktuatif dengan volatilitas tinggi, dan HRUM mencatatkan penguatan di tengah kondisi pasar yang lesu. Aktivitas perdagangan saham-saham ini menunjukkan rotasi sektor yang masih berlangsung.

Penyebab IHSG Melemah 0,81% pada Sesi I

Pelemahan IHSG sebesar 0,81 persen pada sesi I dipicu kombinasi tekanan eksternal dan aksi ambil untung. Investor global masih mencermati perkembangan geopolitik serta arah kebijakan suku bunga dan tarif perdagangan. Selain itu, sebagian pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan setelah indeks sempat menyentuh level tinggi di awal perdagangan.

Likuiditas pasar tetap terjaga, namun dominasi tekanan jual membuat indeks sulit mempertahankan penguatan. Kondisi ini menandakan bahwa pasar masih membutuhkan katalis positif tambahan untuk kembali ke tren naik yang lebih solid.

Penyebab IHSG Melemah 0,81% pada Sesi I

Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG Hari Ini

Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji area support di kisaran 8.150–8.230. Jika level ini bertahan, indeks berpeluang rebound menuju resistance 8.430 hingga 8.596. Namun, jika tekanan berlanjut, IHSG dapat bergerak konsolidatif dalam rentang terbatas.

Investor jangka pendek dapat mencermati saham dengan pola akumulasi seperti NCKL dan GOTO. Sementara itu, trader agresif dapat memanfaatkan volatilitas ARCI dengan manajemen risiko ketat. Untuk investor konservatif, strategi wait and see tetap relevan hingga ada konfirmasi arah pasar yang lebih jelas.

Pergerakan IHSG 26 Februari 2026 masih berpotensi berubah hingga penutupan sesi II. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu memantau perkembangan sentimen global dan dinamika perdagangan domestik sebelum mengambil keputusan investasi.

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 700 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 834 kali

-12%
Original price was: Rp700.000.Current price is: Rp616.000.

👁 1012 kali

-12%
Original price was: Rp650.000.Current price is: Rp572.000.

👁 906 kali

👁️ Dilihat 12 kali