Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Bulusaraung Teridentifikasi
Makassar — Update Korban Pesawat ATR 42-500 akhirnya diumumkan secara resmi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Seluruh korban berhasil diidentifikasi setelah melalui proses forensik yang teliti. Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa identifikasi dilakukan secara profesional dan menyeluruh, memberikan kepastian bagi keluarga korban yang menunggu kabar sejak insiden terjadi.
Metode Identifikasi yang Digunakan Tim DVI
Dalam update korban pesawat ATR 42-500, Tim DVI menggunakan sidik jari sebagai metode utama karena tingkat akurasinya tinggi. Data ini dikombinasikan dengan pemeriksaan gigi, properti pribadi, dan ciri medis. Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menekankan bahwa kombinasi metode ini memastikan tidak ada kesalahan identifikasi sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga. Langkah ini menjadi standar internasional dalam penanganan korban kecelakaan transportasi udara.
Daftar Nama Korban yang Teridentifikasi
Berikut korban yang berhasil diidentifikasi:
-
Andy Dahananto (58) – Pilot
-
Muhammad Farhan Gunawan (26) – Co-Pilot
-
Hariadi (57) – Flight Operation Officer
-
Restu Adi (40) – Engineer
-
Dwi Murdiono (40) – Engineer
-
Ferry Irawan (41) – Penumpang, Analis Kapal Pengawas KKP
-
Yoga Noval Prakoso (31) – Penumpang, Operator Foto Udara KKP
Tiga korban lainnya telah lebih dahulu diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, yakni Florencia Lolita (33), Esther Aprilita (27), dan Deden Mulyana (44).
Proses Identifikasi Berjalan Profesional
Keberhasilan ini dalam update korban pesawat ATR 42-500 memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan bagi keluarga korban. Tim DVI memastikan setiap jenazah ditangani sesuai prosedur, dengan ketelitian tinggi untuk mencocokkan data ante mortem dan post mortem. Tim gabungan termasuk Basarnas, tenaga medis, dan relawan bekerja sama untuk mempercepat proses identifikasi.
Duka Mendalam dan Evaluasi Keselamatan Penerbangan
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat. Pemerintah diharapkan meningkatkan standar keselamatan penerbangan, khususnya untuk rute perintis dan wilayah dengan medan sulit. Dengan selesainya proses identifikasi, keluarga dapat segera mengurus prosesi pemakaman, sedangkan pihak berwenang dapat fokus melakukan evaluasi keselamatan agar insiden serupa tidak terulang.
👁 667 kali
👁 646 kali
👁 617 kali
👁 554 kali
👁️ Dilihat 4 kali




