Rupiah Rebound ke Rp17.387 per USD

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Rupiah Rebound di Tengah Perdagangan

Nilai tukar rupiah kembali menguat pada penutupan perdagangan terbaru. Rupiah rebound sebesar 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.387 per USD. Sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.424 per USD. Selain itu, kurs JISDOR Bank Indonesia juga naik ke Rp17.405 per USD.

Kondisi ini memberi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Karena itu, investor mulai kembali percaya terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Penguatan rupiah juga menunjukkan tekanan eksternal mulai mereda.

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Research and Development ICDX Muhammad Amru Syifa mengatakan ekonomi Indonesia masih tergolong solid. Menurutnya, kondisi ini menjadi faktor utama penguatan rupiah. Bahkan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut rupiah masih undervalued.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5,61 persen. Inflasi juga tetap rendah dan pertumbuhan kredit masih terjaga. Cadangan devisa yang kuat turut meningkatkan kepercayaan pasar terhadap rupiah.

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Tekanan Rupiah Bersifat Sementara

Amru Syifa menjelaskan tekanan terhadap rupiah hanya bersifat sementara. Tingginya permintaan dolar AS untuk impor dan pembayaran utang menjadi salah satu penyebabnya. Di sisi lain, arus modal keluar juga memberi tekanan tambahan.

Namun demikian, faktor domestik bukan sumber utama pelemahan rupiah. Investor global masih berhati-hati akibat kondisi ekonomi dunia. Selain itu, kenaikan yield US Treasury dan tingginya harga minyak ikut memperkuat dolar AS.

Ketegangan Timur Tengah Mulai Mereda

Pada perdagangan Kamis pagi, rupiah kembali menguat menjadi Rp17.325 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah ketegangan Timur Tengah mulai mereda. Karena itu, mayoritas mata uang global ikut menguat terhadap dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan dukungan China terhadap gencatan senjata memberi optimisme baru bagi pasar. Selain itu, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran juga menunjukkan perkembangan positif. Kondisi tersebut membuat sentimen risk-off mulai berkurang.

Ketegangan Timur Tengah Mulai Mereda

Data Ekonomi AS Tekan Dolar

Rilis data ekonomi Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan pasar. Data ADP Employment Change April 2026 naik menjadi 109 ribu. Namun, angka itu masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 120 ribu.

Akibatnya, dolar AS mengalami tekanan di pasar global. Sementara itu, mata uang emerging markets seperti rupiah mendapat sentimen positif. Jika kondisi global terus membaik, peluang rupiah rebound masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan.

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 1096 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1240 kali

-5%
Original price was: Rp750.000.Current price is: Rp712.500.

👁 1135 kali

-5%
Original price was: Rp1.000.000.Current price is: Rp950.000.

👁 942 kali

👁️ Dilihat 7 kali