Darma Henwa Kaji Pendanaan Tambang Emas
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mulai mengkaji berbagai opsi pendanaan untuk mempercepat pengembangan proyek tambang emas milik anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources. Langkah strategis ini membuat pasar kembali menyoroti prospek saham Darma Henwa dalam jangka menengah hingga panjang. Perusahaan mempertimbangkan beberapa alternatif pendanaan seperti pinjaman bank, penerbitan obligasi, hingga penawaran umum perdana saham atau IPO Gayo Mineral.
Keputusan Darma Henwa membuka peluang IPO dinilai dapat memperkuat struktur modal perusahaan sekaligus mempercepat ekspansi bisnis mineral. Fokus perusahaan kini tidak hanya bergantung pada bisnis kontraktor batu bara, tetapi juga mulai memperluas sumber pendapatan dari sektor tambang emas yang memiliki potensi besar di masa depan.
Proyek Gayo Mineral Masuki Tahap Eksplorasi
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), proyek tambang emas Gayo Mineral saat ini telah memasuki fase eksplorasi tahap kedua. Sementara itu, fase ketiga ditargetkan selesai pada tahun 2027 dan proses Engineering, Procurement, and Construction (EPC) diperkirakan mulai berjalan pada 2028.
BRIDS menjelaskan bahwa fase ketiga akan difokuskan pada area tenggara yang berada di lokasi Areal Penggunaan Lain (APL). Strategi ini dinilai dapat mempermudah proses perizinan apabila Darma Henwa memutuskan masuk ke tahap produksi tambang emas secara penuh. Hingga kini, perusahaan belum mengumumkan jumlah resmi sumber daya maupun cadangan emas karena masih menunggu hasil lengkap eksplorasi tahap akhir.
Keberhasilan eksplorasi tersebut dapat menjadi katalis besar bagi saham DEWA. Investor menilai proyek mineral ini mampu meningkatkan valuasi perusahaan di tengah ketidakpastian sektor batu bara global.
Saham DEWA Diproyeksi Menuju Rp610
BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli atau buy untuk saham DEWA dengan target harga Rp610 per saham. Penilaian tersebut menggunakan metode Sum of The Parts (SOTP) yang menggabungkan valuasi bisnis kontraktor dan mineral milik Darma Henwa.
Bisnis kontraktor batu bara DEWA dinilai menggunakan EV/EBITDA 2027 sebesar 7,7 kali, sedangkan unit bisnis mineral dihargai satu kali nilai buku. Prospek kenaikan saham DEWA semakin terbuka apabila perusahaan berhasil mengumumkan cadangan emas Gayo Mineral dalam beberapa tahun mendatang.
Selain itu, proyek-proyek baru yang mulai berjalan penuh pada 2026 diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan secara bertahap. Kondisi ini membuat Darma Henwa tetap menarik diperhatikan investor sektor energi dan pertambangan.
Revisi RKAB Pengaruhi Target Produksi
Di sisi lain, BRIDS melakukan revisi terhadap proyeksi overburden removal atau pengupasan lapisan tanah penutup milik DEWA. Target tahun 2026 disesuaikan menjadi 172 juta bcm dan tahun 2027 menjadi 222 juta bcm akibat revisi RKAB batu bara yang menyebabkan beberapa proyek tertunda.
Meski begitu, analis melihat penundaan tersebut bersifat sementara. Aktivitas proyek diperkirakan kembali normal setelah proses revisi RKAB selesai. Dengan dukungan proyek tambang emas serta potensi kontrak baru dari ekosistem Grup Bumi, Darma Henwa masih memiliki peluang pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun ke depan.
Katalis positif lain juga dapat datang dari pengumuman resmi cadangan emas Gayo Mineral dan keberhasilan perusahaan memperoleh sumber pendanaan baru. Faktor-faktor tersebut dapat memperkuat sentimen pasar terhadap saham DEWA.
Risiko dan Peluang Saham Darma Henwa
Meskipun memiliki prospek menarik, saham Darma Henwa tetap menghadapi sejumlah risiko. Risiko utama berasal dari kemungkinan penundaan kontrak baru, tarif produksi yang lebih rendah, serta tantangan dalam eksekusi proyek mineral. Namun, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar jika perusahaan berhasil mempercepat pengembangan tambang emas dan meningkatkan kinerja operasional.
Investor kini menunggu langkah lanjutan Darma Henwa terkait skema pendanaan proyek Gayo Mineral. Jika IPO atau pendanaan strategis berjalan lancar, saham DEWA berpotensi mendapatkan sentimen positif yang lebih besar di pasar modal Indonesia.
👁 1177 kali
👁 1318 kali
👁 1888 kali
👁 1236 kali
👁️ Dilihat 5 kali




