Bursa Mineral Indonesia: Peran OJK dan Tantangan BMKS

DPR RI telah menyetujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK untuk periode 2026-2031.

Bursa Mineral Indonesia Dorong Kedaulatan Harga Mineral

Bursa Mineral Indonesia menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas strategis. Selama ini, Indonesia masih menghadapi tantangan untuk beralih dari price taker menjadi price setter. Pemerintah menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Kehadiran bursa tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih transparan sekaligus memperkuat pembentukan harga mineral di dalam negeri. Namun, membangun bursa tidak cukup hanya dengan menyediakan sistem perdagangan. Indonesia juga membutuhkan pelaku pasar yang aktif, mekanisme transaksi yang kredibel, serta kepercayaan dari pembeli dan penjual internasional.

OJK Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi penting dalam pengembangan BMKS. DPR RI telah menyetujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK untuk periode 2026-2031. Pengalaman Sarjito di sektor jasa keuangan menjadi modal dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap bursa baru tersebut. Sebelumnya, ia pernah memegang sejumlah posisi strategis di OJK dan terlibat dalam persiapan pembentukan lembaga tersebut. Karena itu, OJK akan menghadapi tugas penting untuk memastikan aktivitas perdagangan berjalan transparan, tertib, dan memberikan kepastian bagi pelaku pasar. Pengawasan yang kuat juga dapat membantu membangun kepercayaan terhadap harga yang terbentuk melalui BMKS.

DPR RI telah menyetujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK untuk periode 2026-2031.

Pengalaman JFX Jadi Modal Pengembangan BMKS

Jakarta Futures Exchange (JFX) menyatakan siap mendukung pemerintah dalam membangun BMKS. JFX telah memiliki pengalaman selama 27 tahun dalam mengembangkan sistem dan ekosistem perdagangan komoditas. Bursa tersebut mulai beroperasi pada 2000 dengan perdagangan kontrak berjangka olein dan kopi robusta. Seiring waktu, JFX memperluas aktivitasnya ke perdagangan fisik timah, emas digital, serta sejumlah mekanisme perdagangan lainnya. Pengalaman tersebut dapat menjadi fondasi bagi pengembangan BMKS. JFX juga menilai Indonesia tidak harus membangun ekosistem perdagangan dari awal karena sistem, pelaku pasar, mekanisme penyelesaian, dan pengalaman pengawasan transaksi sudah tersedia.

Perdagangan Timah Tunjukkan Potensi Indonesia

Pengalaman perdagangan timah memberikan gambaran mengenai peluang Bursa Mineral Indonesia. JFX mencatat perdagangan fisik timah sejak 2019 hingga Agustus 2025 mencapai lebih dari 300.000 ton dengan nilai transaksi lebih dari US$8 miliar. Aktivitas tersebut melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif. Bahkan, lebih dari 95 persen transaksi timah nasional pada 2024 tercatat melalui JFX. Pembeli dari China, Jepang, Singapura, hingga Eropa juga memilih bertransaksi melalui pasar Indonesia meskipun mereka tidak memiliki kewajiban untuk membeli lewat JFX. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar domestik dapat menarik pelaku internasional jika menyediakan mekanisme perdagangan yang efisien dan terpercaya. Harga timah JFX pun mulai menjadi salah satu referensi bagi pelaku pasar.

Perdagangan Timah Tunjukkan Potensi Indonesia

Tantangan Menjadikan Indonesia Price Setter

Jalan menuju Bursa Mineral Indonesia sebagai pusat pembentukan harga global masih panjang. Pengalaman Shanghai Futures Exchange (SHFE) di China menunjukkan bahwa besarnya produksi dan konsumsi mineral tidak otomatis membuat sebuah bursa menjadi penentu harga dunia. Kajian Cunhai Pan dan Wei Shen pada 2026 menunjukkan hubungan harga antara pasar London dan Shanghai masih menempatkan London Metal Exchange (LME) sebagai net transmitter, sementara SHFE lebih banyak menjadi net receiver. Artinya, Indonesia perlu membangun pasar yang likuid, terbuka, kredibel, dan terhubung dengan perdagangan internasional. Dengan dukungan OJK, pengalaman JFX, serta kekuatan Indonesia sebagai produsen komoditas strategis, BMKS memiliki peluang untuk meningkatkan posisi Indonesia. Namun, keberhasilan tersebut membutuhkan proses panjang, aturan yang konsisten, serta kepercayaan pelaku pasar global.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3412 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2361 kali

-5%
Original price was: Rp250.000.Current price is: Rp237.500.

👁 2215 kali

-5%
Original price was: Rp500.000.Current price is: Rp475.000.

👁 1202 kali

👁️ Dilihat 13 kali