Harga BTC Kembali Kehilangan Momentum
Bitcoin Tertekan 26 Juni 2026 menjadi sorotan setelah harga aset kripto terbesar di dunia kembali berada di bawah level US$60.000. Nilai Bitcoin tercatat sekitar US$59.583 atau setara Rp1,07 miliar dengan asumsi kurs Rp17.952 per dolar AS. Dalam sehari terakhir, harga BTC melemah sekitar 1,8 persen. Akibatnya, pelaku pasar memilih bersikap lebih hati-hati. Investor juga terus memantau pergerakan harga melalui bursa kripto resmi seperti Reku, Pintu, dan Indodax sebelum mengambil keputusan investasi.
Inflasi Tinggi Membebani Aset Berisiko
Kenaikan inflasi di Amerika Serikat menjadi pemicu utama pelemahan pasar kripto. Data PCE Mei 2026 meningkat menjadi 4,1 persen secara tahunan. Selain itu, Core PCE ikut naik menjadi 3,4 persen. Kondisi tersebut membuat ekspektasi pasar berubah. Banyak analis memperkirakan The Fed belum akan melonggarkan kebijakan moneternya. Oleh karena itu, minat terhadap aset berisiko menurun. Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah altcoin utama ikut bergerak di zona negatif sepanjang pekan ini.
Volume Perdagangan Naik Saat Harga Turun
Meski harga melemah, aktivitas perdagangan justru meningkat. Volume transaksi Bitcoin melonjak lebih dari 17 persen hingga mencapai sekitar US$35,5 miliar dalam satu hari. Di sisi lain, kapitalisasi pasar Bitcoin turun menjadi sekitar US$1,19 triliun. Nilai pasar kripto global juga menyusut ke kisaran US$2,06 triliun. Bahkan, arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat terus berlanjut. Situasi tersebut menunjukkan bahwa investor institusi masih memilih mengurangi risiko dibanding menambah kepemilikan aset digital.
Fase Bear Market Belum Berakhir
Bear market Bitcoin masih berlangsung hingga akhir Juni 2026. Periode koreksi tersebut telah berjalan lebih dari 230 hari. Meski demikian, penurunan sekitar 52 persen dari harga tertinggi sepanjang masa masih lebih ringan dibandingkan siklus sebelumnya. Banyak pengamat menilai pasar kripto kini lebih stabil karena dukungan investor institusi semakin besar. Namun, harga Bitcoin masih berada di bawah indikator 200-Day Moving Average. Selama kondisi itu belum berubah, peluang kenaikan masih terbatas.
Peluang Pemulihan Masih Terbuka
Bitcoin Tertekan 26 Juni 2026 bukan berarti tren penurunan akan berlangsung selamanya. Pasar masih menunggu laporan tenaga kerja Amerika Serikat serta arah kebijakan suku bunga dari The Fed. Sebaliknya, jika inflasi mulai melambat, sentimen positif dapat kembali muncul. Investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko yang baik. Dengan demikian, portofolio akan lebih siap menghadapi volatilitas yang masih tinggi. Strategi investasi yang disiplin juga menjadi langkah penting hingga kondisi pasar menunjukkan arah yang lebih jelas.
👁 2389 kali
👁 1574 kali
👁 1770 kali
👁 2176 kali
👁️ Dilihat 16 kali




