Bandara Husein Direaktivasi, Bagaimana Nasib Kertajati?

Tantangan dan Harapan Reaktivasi Bandara Husein Meski membawa banyak manfaat ekonomi, reaktivasi Bandara Husein tetap menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa pengamat transportasi menilai perlu adanya kajian mendalam terkait keselamatan penerbangan, aktivitas militer, serta dampaknya terhadap tata ruang Kota Bandung. Di sisi lain, keberadaan bandara aktif di tengah kota juga berpotensi membatasi pembangunan gedung bertingkat karena aturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Meskipun demikian, mayoritas masyarakat dan pelaku usaha menyambut baik rencana tersebut. Mereka berharap Bandara Husein dapat kembali menjadi gerbang utama wisata dan bisnis di Jawa Barat. Akhirnya, jika pemerintah pusat dan daerah mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada, maka reaktivasi Bandara Husein berpotensi menciptakan lompatan ekonomi baru bagi Bandung sekaligus memberikan peran yang lebih spesifik bagi Bandara Kertajati.

Bandara Husein Direaktivasi untuk Mendorong Ekonomi Bandung

Kebijakan Bandara Husein Direaktivasi kembali menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto meminta Bandara Husein Sastranegara di Bandung kembali melayani penerbangan komersial. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Sebelumnya, pemerintah memusatkan sebagian besar penerbangan komersial Jawa Barat ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Oleh karena itu, rencana reaktivasi ini dinilai sebagai upaya menghadirkan kembali akses transportasi udara yang lebih dekat bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut positif kebijakan tersebut. Menurutnya, reaktivasi bandara dapat mengembalikan peran strategis Bandara Husein sebagai salah satu penggerak ekonomi kota. Bahkan, pada tahun 2019, bandara ini tercatat melayani sekitar 3,8 juta penumpang domestik dan internasional. Dengan demikian, pemerintah berharap aktivitas ekonomi yang pernah tumbuh di sekitar bandara dapat kembali meningkat.

Infrastruktur Pendukung Bandara Husein Mulai Dibenahi

Pemerintah Kota Bandung langsung bergerak menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung untuk menyambut operasional kembali bandara. Salah satu prioritas utama adalah perbaikan akses jalan menuju kawasan Bandara Husein, termasuk jalur dari Tol Pasteur yang selama ini menjadi pintu masuk utama wisatawan ke Kota Bandung. Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan konektivitas dari berbagai titik strategis di kota.

Di samping itu, penyelesaian Jalan Layang Nurtanio diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan memperlancar arus kendaraan menuju bandara. Karena itu, mobilitas penumpang dari arah barat maupun timur Kota Bandung dapat menjadi lebih efisien. Jika seluruh proyek pendukung selesai sesuai rencana, maka Bandara Husein berpotensi kembali menjadi pilihan utama masyarakat yang membutuhkan penerbangan praktis dan dekat dengan pusat kota.

Tantangan dan Harapan Reaktivasi Bandara Husein Meski membawa banyak manfaat ekonomi, reaktivasi Bandara Husein tetap menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa pengamat transportasi menilai perlu adanya kajian mendalam terkait keselamatan penerbangan, aktivitas militer, serta dampaknya terhadap tata ruang Kota Bandung. Di sisi lain, keberadaan bandara aktif di tengah kota juga berpotensi membatasi pembangunan gedung bertingkat karena aturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Meskipun demikian, mayoritas masyarakat dan pelaku usaha menyambut baik rencana tersebut. Mereka berharap Bandara Husein dapat kembali menjadi gerbang utama wisata dan bisnis di Jawa Barat. Akhirnya, jika pemerintah pusat dan daerah mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada, maka reaktivasi Bandara Husein berpotensi menciptakan lompatan ekonomi baru bagi Bandung sekaligus memberikan peran yang lebih spesifik bagi Bandara Kertajati.

Bandara Husein Direaktivasi Buka Peluang Wisata dan Kuliner

Reaktivasi Bandara Husein juga mendapat sambutan hangat dari pelaku usaha kuliner dan pariwisata. Pasalnya, kehadiran kembali penerbangan komersial diyakini mampu meningkatkan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Bandung. Selama ini, Bandung dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner paling populer di Indonesia.

Selain itu, banyak wisatawan menjadikan kuliner sebagai tujuan utama saat berkunjung ke Kota Kembang. Bahkan, tidak sedikit wisatawan yang datang hanya untuk menikmati berbagai makanan khas Bandung dalam satu hari. Oleh sebab itu, para pengusaha berharap penerbangan internasional dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand dapat kembali dibuka. Dengan begitu, pasar wisatawan mancanegara akan semakin luas dan memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal.

Nasib Kertajati Setelah Bandara Husein Direaktivasi

Muncul pertanyaan mengenai masa depan Bandara Kertajati setelah Bandara Husein Direaktivasi. Namun, pemerintah menegaskan bahwa Kertajati tetap memiliki peran penting dalam pengembangan industri penerbangan nasional. Bandara yang berada di Kabupaten Majalengka tersebut akan difokuskan untuk penerbangan internasional jarak jauh, penerbangan haji dan umrah, serta pusat pemeliharaan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

Sementara itu, Kertajati juga disebut berpotensi menjadi pusat perawatan pesawat Hercules untuk kawasan Asia. Meskipun saat ini jumlah penerbangannya masih terbatas, bandara tersebut memiliki fasilitas yang sangat besar dengan luas kawasan mencapai 1.800 hektare. Oleh karena itu, pemerintah tetap optimistis Kertajati dapat berkembang sebagai pusat aviasi modern yang mendukung kebutuhan penerbangan nasional dan internasional.

Tantangan dan Harapan Reaktivasi Bandara Husein

Meski membawa banyak manfaat ekonomi, reaktivasi Bandara Husein tetap menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa pengamat transportasi menilai perlu adanya kajian mendalam terkait keselamatan penerbangan, aktivitas militer, serta dampaknya terhadap tata ruang Kota Bandung. Di sisi lain, keberadaan bandara aktif di tengah kota juga berpotensi membatasi pembangunan gedung bertingkat karena aturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Meskipun demikian, mayoritas masyarakat dan pelaku usaha menyambut baik rencana tersebut. Mereka berharap Bandara Husein dapat kembali menjadi gerbang utama wisata dan bisnis di Jawa Barat. Akhirnya, jika pemerintah pusat dan daerah mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada, maka reaktivasi Bandara Husein berpotensi menciptakan lompatan ekonomi baru bagi Bandung sekaligus memberikan peran yang lebih spesifik bagi Bandara Kertajati.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 2052 kali

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 1349 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1359 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1926 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1567 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1855 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 2387 kali

-5%
Original price was: Rp1.900.000.Current price is: Rp1.805.000.

👁 1752 kali

👁️ Dilihat 11 kali