BEI Rombak Indeks Saham Syariah JII dan ISSI Mei 2026

ISSI dan JII70 Coret Puluhan Saham Syariah

BEI Rombak Indeks Saham Syariah untuk Tingkatkan Likuiditas

BEI rombak indeks saham syariah pada Mei 2026 dengan mengubah konstituen ISSI, JII, JII70, dan IDXSHAGROW. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas saham syariah yang memiliki tingkat likuiditas tinggi di pasar modal Indonesia. Evaluasi mayor tersebut akan berlaku efektif mulai 2 Juni hingga 30 November 2026 sehingga langsung menjadi perhatian investor dan manajer investasi.

Bursa Efek Indonesia tetap menggunakan Daftar Efek Syariah dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai acuan utama dalam proses seleksi saham. Selain itu, BEI juga menerapkan syarat ketat berupa rasio utang berbunga maksimal 45 persen terhadap aset dan batas pendapatan non-halal maksimal 10 persen dari total pendapatan perusahaan. Kebijakan ini bertujuan menjaga kualitas serta kepatuhan saham syariah di Indonesia.

BEI Rombak Indeks Saham Syariah dengan Tambah Emiten Baru

Perubahan besar dalam indeks syariah membuat tujuh emiten baru resmi masuk ke Jakarta Islamic Index. Saham tersebut meliputi ADMR, ARCI, BKSL, DEWA, ENRG, RAJA, dan WIFI. Kehadiran saham baru ini dinilai mampu meningkatkan daya tarik indeks syariah karena sebagian besar memiliki aktivitas perdagangan yang aktif dan likuid.

Masuknya emiten baru tersebut sekaligus menggantikan sejumlah saham besar yang sebelumnya menghuni JII. Saham ASII, BRPT, DSSA, INCO, ISAT, PANI, dan PGEO resmi keluar dari JII. Namun, saham ISAT masih bertahan di ISSI dan JII70. Pergantian konstituen ini langsung memicu perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi arus dana investasi syariah dalam jangka pendek.

BEI Rombak Indeks Saham Syariah dengan Tambah Emiten Baru

Perubahan Bobot Saham JII Setelah BEI Rombak Indeks Saham Syariah

Selain mengganti susunan konstituen, BEI juga mengubah bobot saham unggulan di Jakarta Islamic Index. Saham TLKM tetap menjadi pemimpin utama dengan bobot 15 persen meski turun dari posisi sebelumnya sebesar 18,17 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya penyesuaian strategi dalam komposisi indeks syariah.

Di sisi lain, saham BRMS mengalami kenaikan bobot menjadi 7,9 persen dari sebelumnya 5,67 persen. Saham UNTR juga naik menjadi 6,09 persen dibandingkan posisi lama sebesar 3,70 persen. Pergeseran bobot tersebut memperlihatkan adanya perubahan arah aliran dana investor menuju saham yang dinilai lebih aktif dan potensial dalam perdagangan syariah.

ISSI dan JII70 Coret Puluhan Saham Syariah

Evaluasi mayor yang dilakukan BEI juga berdampak besar pada ISSI dan JII70. Sebanyak 72 saham tercatat keluar dari ISSI karena tidak lagi memenuhi ketentuan Daftar Efek Syariah. Beberapa saham besar yang terdepak antara lain ASII, BRPT, INCO, PANI, dan PGEO.

Selain itu, saham NCKL, PTPP, dan PWON juga keluar dari JII70. Meski demikian, saham PTPP masih bertahan di ISSI. Langkah ini menunjukkan bahwa BEI ingin memastikan indeks saham syariah hanya diisi oleh emiten dengan fundamental kuat dan tingkat kepatuhan syariah yang tinggi.

ISSI dan JII70 Coret Puluhan Saham Syariah

BEI Rombak Indeks Saham Syariah dan Picu Rebalancing Portofolio

Perubahan komposisi indeks syariah diperkirakan memicu volatilitas pasar dalam jangka pendek. Banyak investor dan manajer investasi mulai melakukan rebalancing portofolio agar sesuai dengan susunan indeks terbaru yang berlaku mulai Juni 2026.

Cetro Trading Insight menilai perubahan ini dapat mendorong pergerakan harga saham menjadi lebih aktif, terutama pada saham baru yang masuk JII dan JII70. Dengan langkah BEI rombak indeks saham syariah, pasar modal syariah Indonesia diharapkan menjadi lebih sehat, kompetitif, dan menarik bagi investor domestik maupun global.

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 1317 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1523 kali

-5%
Original price was: Rp300.000.Current price is: Rp285.000.

👁 1419 kali

-5%
Original price was: Rp450.000.Current price is: Rp427.500.

👁 1694 kali

👁️ Dilihat 9 kali