Teheran – Rusia dilaporkan telah menyiapkan pengiriman jet tempur canggih Sukhoi Su-35 untuk Iran sebagai bagian dari kerja sama pertahanan yang terus berkembang antara kedua negara. Laporan terbaru menyebutkan bahwa kloter pertama yang terdiri dari sekitar 20 unit telah selesai diproduksi dan dijadwalkan untuk dikirim pada 2026, sebagai bagian dari komitmen pembelian hingga 48 unit pesawat tempur.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi modernisasi Angkatan Udara Iran yang selama beberapa dekade masih mengandalkan armada pesawat tempur era Perang Dingin. Kehadiran Su-35 diharapkan mampu meningkatkan kemampuan superioritas udara sekaligus memperkuat daya tangkal Iran di kawasan Timur Tengah.
Jet Tempur Generasi 4++
Sukhoi Su-35 merupakan pesawat tempur multirole generasi 4++ yang dikembangkan dari keluarga Su-27. Meski belum tergolong pesawat siluman (stealth) generasi kelima, Su-35 dikenal memiliki kemampuan manuver ekstrem berkat teknologi thrust vectoring serta mesin berkinerja tinggi.
Pesawat ini dibekali dua mesin Saturn AL-41F1S (117S) yang mampu menghasilkan daya dorong hingga 142 kN per mesin. Dengan kemampuan tersebut, Su-35 dapat melaju hingga kecepatan maksimum sekitar Mach 2,25 atau sekitar 2.390 km/jam.

Jangkauan Operasi yang Luas
Su-35 memiliki radius tempur sekitar 1.600 kilometer dan jangkauan terbang maksimum mencapai 3.600 kilometer tanpa pengisian bahan bakar di udara. Sementara jangkauan ferinya dapat mencapai sekitar 4.500 kilometer.
Kapasitas bahan bakar internal mencapai sekitar 11,5 ton, memungkinkan pesawat menjalankan misi patroli maupun intersepsi jarak jauh tanpa harus sering mengisi ulang bahan bakar.
Radar dan Avionik Modern
Keunggulan utama Su-35 terletak pada sistem avioniknya. Jet tempur ini menggunakan radar phased-array berdaya jangkau jauh yang mampu mendeteksi dan melacak banyak sasaran secara bersamaan.
Selain radar utama, Su-35 juga dilengkapi sistem pencarian dan pelacakan inframerah (Infrared Search and Track/IRST) yang memungkinkan pendeteksian target tanpa memancarkan gelombang radar, sehingga lebih sulit diketahui lawan.
Persenjataan Lengkap
Su-35 memiliki 12 titik cantelan senjata (hardpoints) dengan kapasitas angkut hingga 8.000 kilogram.
Persenjataannya meliputi:
- Rudal udara-ke-udara R-73E untuk jarak dekat.
- Rudal R-77 dan R-27 untuk pertempuran jarak menengah.
- Rudal udara-ke-darat Kh-29T.
- Rudal anti-radar Kh-31P.
- Rudal jelajah Kh-59M.
- Rudal anti-kapal Kh-35U.
- Meriam internal GSh-301 kaliber 30 mm dengan 150 butir amunisi.
Dimensi dan Performa

Secara fisik, Su-35 memiliki panjang sekitar 21,9 meter, bentang sayap 15,3 meter, dan tinggi 5,9 meter. Berat kosongnya sekitar 18,4 ton dengan berat lepas landas maksimum mencapai 34,5 ton.
Kemampuan lepas landas dari landasan yang relatif pendek membuat pesawat ini lebih fleksibel untuk dioperasikan dari berbagai pangkalan udara, termasuk pangkalan darurat.
Bagian dari Kerja Sama Militer Rusia-Iran
Kesepakatan antara Moskow dan Teheran tidak hanya mencakup pengadaan Su-35. Rusia juga memasok pesawat latih Yak-130 yang digunakan untuk mempersiapkan pilot Iran mengoperasikan jet tempur baru tersebut, serta sejumlah kerja sama pertahanan lainnya.
Dengan hadirnya Su-35, Iran diperkirakan akan memperoleh peningkatan signifikan dalam kemampuan tempur udaranya. Meski demikian, sejumlah analis menilai efektivitasnya tetap bergantung pada kualitas pelatihan pilot, sistem pertahanan udara yang terintegrasi, serta dukungan logistik dalam operasional jangka panjang.
👁 2545 kali
👁 1651 kali
👁 1863 kali
👁 2533 kali
👁️ Dilihat 19 kali





