Serangan Drone Ukraina Guncang Kherson Awal 2026
Rusia klaim 24 tewas akibat drone Ukraina di Kherson pada awal tahun 2026. Otoritas Rusia menyatakan serangan tersebut menghantam wilayah permukiman sipil dan fasilitas publik di kawasan yang selama ini menjadi titik panas konflik RusiaโUkraina. Pemerintah Rusia menegaskan bahwa serangan drone itu terjadi saat aktivitas warga sedang berlangsung, sehingga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Insiden ini kembali meningkatkan ketegangan antara Moskow dan Kyiv yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda memasuki tahun baru.
Pemerintah Rusia Sebut Serangan Langgar Hukum Internasional
Dalam pernyataan resminya, Rusia menyebut serangan drone Ukraina di Kherson sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Pemerintah Rusia menuding Ukraina sengaja menargetkan area sipil demi menekan posisi Rusia di wilayah tersebut. Selain korban meninggal, Rusia juga melaporkan puluhan warga mengalami luka-luka serta kerusakan infrastruktur penting. Aparat keamanan Rusia langsung meningkatkan status siaga dan memperketat pengamanan di wilayah perbatasan.
Konflik Kherson Kian Memanas di Awal Tahun
Wilayah Kherson kembali menjadi pusat perhatian dunia internasional karena eskalasi konflik yang terus berlanjut. Rusia klaim 24 tewas akibat drone Ukraina di Kherson mempertegas bahwa situasi keamanan di kawasan tersebut masih sangat rapuh. Pengamat militer menilai penggunaan drone menjadi strategi utama dalam perang modern, namun risiko terhadap warga sipil semakin tinggi. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya dampak kemanusiaan di awal 2026.
Rusia Kutuk Serangan AS terhadap Venezuela
Di sisi lain, Rusia juga menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Pemerintah Rusia menilai tindakan militer AS tersebut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Amerika Latin. Moskow menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer sepihak hanya akan memperpanjang konflik global. Sikap Rusia ini menunjukkan konsistensi penolakannya terhadap intervensi asing yang dinilai melanggar kedaulatan negara lain.
Seruan Dialog Internasional untuk Redam Ketegangan Global
Menutup pernyataannya, Rusia menyerukan dialog internasional sebagai solusi atas berbagai konflik yang terjadi, baik di Ukraina maupun Venezuela. Pemerintah Rusia menilai jalur diplomasi menjadi satu-satunya cara untuk mencegah jatuhnya korban sipil lebih banyak. Rusia klaim 24 tewas akibat drone Ukraina di Kherson menjadi pengingat bahwa eskalasi militer hanya membawa penderitaan. Dunia internasional pun didesak untuk mengedepankan komunikasi dan negosiasi demi menjaga stabilitas global di tahun 2026.
๐ 449 kali
๐ 497 kali
๐ 495 kali
๐ 424 kali
๐๏ธ Dilihat 32 kali




