Rupiah Menguat ke Rp17.694 per Dolar AS

Rupiah Menguat 104 Poin dalam Sepekan

Rupiah Menguat Menjelang Akhir Pekan

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Mata uang Garuda sempat bergerak datar di level Rp17.748 per dolar AS pada pembukaan. Posisi tersebut sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Setelah itu, rupiah melanjutkan penguatan hingga mencapai Rp17.729 per dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan apresiasi 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Kondisi pasar juga mencerminkan penguatan sejumlah mata uang Asia terhadap dolar AS.

Mata Uang Asia Ikut Menguat

Penguatan rupiah berlangsung sejalan dengan pergerakan beberapa mata uang regional. Won Korea Selatan menguat 0,80 persen, sedangkan dolar Singapura naik 0,14 persen. Yen Jepang juga terapresiasi 0,07 persen dan yuan China menguat 0,03 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak stabil. Namun, peso Filipina melemah 0,12 persen dan ringgit Malaysia turun 0,01 persen. Di negara maju, dolar Australia menguat 0,28 persen, euro naik 0,12 persen, poundsterling bertambah 0,10 persen, serta franc Swiss naik 0,12 persen.

Mata Uang Asia Ikut Menguat

BI Rate Menjadi Penopang Rupiah

Kinerja rupiah sepanjang pekan juga mendapat dukungan dari kebijakan Bank Indonesia. Bank sentral mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 18-19 Agustus 2026. Keputusan tersebut membantu menjaga daya tarik aset domestik dan memberikan sentimen positif terhadap mata uang nasional. Pada Senin, rupiah bergerak di kisaran Rp17.798 setelah sempat dibuka pada Rp17.806 per dolar AS. Tekanan muncul pada Selasa ketika kurs melemah hingga Rp17.862. Namun, rupiah kembali menguat pada Rabu dan Kamis hingga mencapai Rp17.748 per dolar AS.

Rupiah Menguat 104 Poin dalam Sepekan

Secara keseluruhan, rupiah menguat 104 poin atau sekitar 0,58 persen sepanjang perdagangan 17-21 Agustus 2026. Kurs bergerak dari sekitar Rp17.798 pada awal pekan hingga ditutup di Rp17.694 per dolar AS pada Jumat. Penguatan tersebut menunjukkan adanya perbaikan sentimen terhadap mata uang domestik. Meski demikian, analis DOO Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah masih berpotensi bergerak konsolidatif. Penurunan indeks dolar AS menjadi faktor pendukung, tetapi kenaikan harga minyak mentah dapat memberikan tekanan. Investor juga mencermati data neraca transaksi berjalan Indonesia kuartal II 2026.

Rupiah Menguat 104 Poin dalam Sepekan

Prospek Rupiah pada 24 Agustus 2026

Pergerakan rupiah selanjutnya masih menghadapi sejumlah sentimen global. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan peluang menguat pada kisaran Rp17.640-Rp17.700 per dolar AS pada Senin, 24 Agustus 2026. Untuk sepekan, kurs diperkirakan berada dalam rentang Rp17.600-Rp17.900. Investor perlu memperhatikan perkembangan konflik AS dan Iran, kondisi utang pemerintah Amerika Serikat, serta kebijakan pembelian kembali Treasury jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS. Dengan berbagai faktor tersebut, rupiah masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, tetapi volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3375 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2325 kali

-5%
Original price was: Rp750.000.Current price is: Rp712.500.

👁 2928 kali

-5%
Original price was: Rp800.000.Current price is: Rp760.000.

👁 1281 kali

👁️ Dilihat 6 kali