Jakarta – Hubungan politik antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali memanas. Kali ini, polemik dipicu klaim PSI yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”. PDIP pun membalas dengan menyebut langkah tersebut sebagai aksi “pansos elektoral”.
Perseteruan itu menjadi babak baru perang narasi kedua partai. Ketegangan muncul di tengah dinamika politik menuju Pemilu 2029. Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai “kandang banteng” milik PDIP. Kini, PSI mulai mengklaim wilayah tersebut sebagai basis politik barunya.
PSI Ingin Jadikan Jawa Tengah ‘Kandang Gajah’

Polemik bermula dari pernyataan Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo. Ia mengatakan PSI siap mendampingi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam agenda safari politik di Jawa Tengah.
Menurut Yogo, konsolidasi itu bertujuan menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”. Sebutan tersebut mengikuti identitas baru PSI yang menggunakan lambang gajah.
PSI juga mengklaim struktur organisasinya di Jawa Tengah telah mencapai sekitar 95 persen. Partai itu menyatakan siap menghadapi kontestasi politik mendatang.
PDIP Nilai Klaim PSI Terlalu Berlebihan
Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan dari PDIP. Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menilai klaim PSI terlalu berlebihan.
Menurutnya, PSI belum memiliki modal elektoral yang cukup. Karena itu, klaim merebut basis suara PDIP di Jawa Tengah dinilai terlalu dini.
Guntur juga menilai safari politik bersama Jokowi menunjukkan PSI masih bergantung pada figur mantan presiden tersebut. Langkah itu disebut sebagai upaya meningkatkan daya tarik politik partai.
Deddy Sitorus Singgung Pansos Elektoral

Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, turut melontarkan kritik kepada PSI. Ia menilai PSI lebih sering menyeret nama PDIP daripada membahas persoalan masyarakat.
Menurut Deddy, masyarakat sudah jenuh dengan berbagai manuver politik. Ia menilai langkah tersebut hanya bertujuan mencari perhatian publik.
Deddy meminta PSI lebih fokus menyuarakan kepentingan rakyat. Menurutnya, partai tidak perlu membangun sensasi politik demi meraih popularitas.
PSI Minta PDIP Fokus Bekerja
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus mempertanyakan sikap sejumlah elite PDIP. Menurutnya, mereka masih sering mengomentari Jokowi dan PSI, padahal Jokowi sudah bukan kader PDIP.
PSI meminta PDIP lebih fokus bekerja untuk masyarakat. Partai itu juga meminta PDIP berhenti mengkritik langkah politik Jokowi maupun PSI.
Persaingan Politik Diprediksi Terus Memanas
Pengamat menilai saling sindir antara PDIP dan PSI menunjukkan persaingan politik mulai menghangat. Kedua partai mulai menyiapkan strategi menuju Pemilu 2029.
Jawa Tengah tetap menjadi wilayah yang diperebutkan. PDIP ingin mempertahankan dominasinya. Sementara itu, PSI berupaya memperluas pengaruh politik di daerah tersebut.
Polemik “kandang banteng” dan “kandang gajah” diperkirakan masih akan berlanjut. Isu itu berpotensi menjadi bagian dari persaingan politik kedua partai dalam beberapa waktu ke depan.
👁 2390 kali
👁 2265 kali
👁 2094 kali
👁 2304 kali
👁️ Dilihat 6 kali





