Laba AADI Naik 10,52% pada Semester I 2026

Pendapatan AADI Capai Rp45,48 Triliun

Laba AADI Tumbuh Positif

Laba AADI mencatat pertumbuhan positif pada semester I 2026. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$473,77 juta. Nilai tersebut setara sekitar Rp8,46 triliun dengan asumsi kurs Rp17.857,14 per dolar AS. Selain itu, capaian laba meningkat 10,52% dari US$428,68 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dasar juga naik menjadi US$0,06084 dari US$0,05505. Dengan demikian, kinerja tersebut menunjukkan kemampuan perseroan mempertahankan profitabilitas pada paruh pertama 2026. Hasil ini juga menjadi perhatian investor yang mengikuti perkembangan saham AADI.

Pendapatan AADI Capai Rp45,48 Triliun

Dari sisi pendapatan, AADI membukukan US$2,55 miliar atau sekitar Rp45,48 triliun selama semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 6,13% dibandingkan US$2,40 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kemudian, pertumbuhan pendapatan ikut mendorong laba bruto menjadi US$782,70 juta atau sekitar Rp13,98 triliun. Pada kuartal II 2026, Mandiri Sekuritas mencatat laba bersih sekitar US$330 juta. Bahkan, angka tersebut melonjak 131% secara kuartalan dan meningkat 42% secara tahunan. Kenaikan harga jual rata-rata batu bara sebesar 21% turut mendukung pencapaian tersebut. Karena itu, penguatan harga jual menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan.

Pendapatan AADI Capai Rp45,48 Triliun

Pasar Domestik Makin Berperan

Penjualan batu bara tetap menjadi sumber pendapatan utama AADI. Pada semester I 2026, perseroan mencatat penjualan batu bara kepada pihak ketiga sebesar US$2,22 miliar atau sekitar Rp39,68 triliun. Dari jumlah tersebut, penjualan ekspor mencapai US$1,82 miliar. Sementara itu, pasar domestik menyumbang US$400,43 juta. Penjualan batu bara domestik kepada pihak ketiga juga tumbuh 16,49% dari US$343,75 juta pada semester I 2025. Secara keseluruhan, pasar dalam negeri menghasilkan pendapatan US$721 juta atau sekitar Rp12,88 triliun. Angka itu meningkat 34,20% dari US$537,27 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan tersebut, pasar domestik semakin berperan dalam menopang kinerja Adaro Andalan Indonesia.

Pasar Asia Tetap Menopang Ekspor

Selain pasar domestik, AADI masih mengandalkan sejumlah negara Asia untuk penjualan ekspor. India menjadi salah satu tujuan utama dengan nilai penjualan US$453,29 juta. Namun, angka tersebut turun 2,46% secara tahunan. Di sisi lain, Malaysia mencatat penjualan US$451,15 juta dengan pertumbuhan 4,12%. Penjualan ke Korea juga meningkat 7,42% menjadi US$219,42 juta. Sebaliknya, China mencatat US$199,65 juta setelah mengalami penurunan 8,63%. Jepang turut mencatat penurunan 5,26% menjadi US$176,80 juta. Menariknya, Hong Kong justru membukukan pertumbuhan 33,25% menjadi US$102,96 juta. Selain batu bara, bisnis logistik memberikan pendapatan US$109,19 juta. Kemudian, penyewaan aset ketenagalistrikan dan jasa pendukung menyumbang US$44,21 juta.

Prospek Saham AADI Jadi Perhatian

Kinerja semester I 2026 membuat saham AADI kembali menarik perhatian investor. Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas, realisasi laba perseroan berada di atas proyeksi analis dan konsensus pasar. Capaian tersebut mencapai 53% dari proyeksi laba setahun penuh analis. Sementara itu, realisasi laba tersebut setara 63% dari proyeksi konsensus pasar. Lonjakan laba kuartal II juga memberikan sinyal positif bagi kinerja perusahaan pada semester berikutnya. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati berbagai risiko yang dapat memengaruhi kinerja AADI. Perubahan harga batu bara dapat berdampak langsung terhadap pendapatan. Volume penjualan, biaya produksi, dan permintaan global juga perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, investor sebaiknya melakukan analisis menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi. Fundamental Adaro Andalan Indonesia yang menguat tetap menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung prospek saham AADI sepanjang 2026.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3453 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 3345 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2386 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 3136 kali

👁️ Dilihat 10 kali