Pergerakan BUMI 20 Februari 2026 Makin Ringan
Saham PT Bumi Resources Tbk menunjukkan pergerakan yang lebih stabil pada 20 Februari 2026. Pelaku pasar melihat tekanan jual dari Chengdong Investment Corporation (CIC) mulai mereda, sehingga beban psikologis terhadap saham berkurang. Kondisi ini membuat ruang gerak BUMI di bursa menjadi lebih fleksibel dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Investor ritel maupun institusi kini mencermati potensi teknikal yang lebih sehat. Ketika tekanan suplai menurun, peluang rebound terbuka lebih lebar. Sentimen ini ikut mendorong optimisme bahwa saham BUMI dapat melanjutkan fase konsolidasi menuju tren yang lebih konstruktif.
Kepemilikan CIC Kian Menipis, Babak Akhir Segera Tiba
Babak akhir kepemilikan CIC di BUMI tampaknya semakin dekat. Berdasarkan keterbukaan informasi, kepemilikan CIC melalui PT Bank HSBC Indonesia per 30 Januari 2026 tersisa 10,44 miliar lembar saham atau sekitar 2,81% dari modal ditempatkan.
Jika aksi distribusi ini berlanjut, pasar berpotensi menyambut berakhirnya tekanan jual jangka panjang. Selama ini, investor kerap menilai aksi CIC sebagai faktor pemberat harga. Dengan sisa kepemilikan yang semakin kecil, struktur kepemilikan BUMI menjadi lebih terkonsentrasi pada pemegang saham utama.
Komposisi Pemegang Saham Terbaru BUMI
Saat ini, Mach Energy (Hongkong) Limited tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan porsi 45,78% atau sekitar 170 miliar saham melalui PT INA Sekuritas Indonesia. Posisi kedua ditempati UBS Switzerland AG – Client Assets – 2049584001 dengan kepemilikan 5,1% atau 18,94 miliar saham melalui Deutsche Bank AG.
Cris Developments Limited menguasai 4,86% atau 18,06 miliar saham, sementara Treasure Global Investments Limited memegang 3,18% atau sekitar 11,8 miliar saham. Sisanya, sebesar 38,26%, dimiliki oleh publik dan investor lainnya. Struktur ini menunjukkan dominasi pemegang saham strategis masih kuat, sekaligus membuka ruang partisipasi investor publik yang signifikan.
Arus Asing Borong ANTM dan BRMS, Bagaimana Dampaknya?
Di tengah reli harga emas global, investor asing termasuk BlackRock aktif mengakumulasi saham emiten tambang emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Arus dana ini menandakan minat besar terhadap sektor pertambangan berbasis emas.
Perbandingan ini menarik karena BUMI bergerak di sektor batu bara, bukan emas. Namun, sentimen positif terhadap komoditas tetap memberi efek limpahan pada saham pertambangan secara umum. Investor memantau apakah rotasi sektor akan kembali mengalir ke saham batu bara seperti BUMI setelah reli emas mereda.
Prospek Saham BUMI ke Depan
Dengan meredanya tekanan jual CIC dan struktur kepemilikan yang semakin jelas, BUMI memiliki peluang memperbaiki sentimen pasar. Pelaku pasar kini menanti konfirmasi teknikal serta katalis fundamental berikutnya, termasuk perkembangan harga batu bara global.
Jika pasokan saham dari pemegang lama benar-benar habis, volatilitas berpotensi menurun dan membuka ruang kenaikan bertahap. Investor jangka pendek mengincar momentum teknikal, sementara investor jangka menengah menilai stabilitas kepemilikan sebagai faktor penting. BUMI 20 Februari 2026 menjadi titik penting untuk membaca arah pergerakan selanjutnya di Bursa Efek Indonesia.
👁 662 kali
👁 800 kali
👁 961 kali
👁 861 kali
👁️ Dilihat 11 kali




