Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan
Suahasil Nazara resmi menjadi Menteri Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin, 14 September 2026. Presiden melantik Suahasil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam pelantikan tersebut, Suahasil mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo. Pergantian ini menjadi perhatian karena posisi Menteri Keuangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas fiskal dan perekonomian nasional. Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019. Ia juga tetap menduduki posisi tersebut ketika pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mulai menjalankan pemerintahan pada Oktober 2024. Karena itu, pengalaman Suahasil di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi salah satu modal penting untuk menjalankan tugas barunya.
Profil dan Karier Suahasil Nazara
Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994. Setelah itu, Suahasil melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science dari Cornell University. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan doktoral di University of Illinois Urbana-Champaign pada bidang Regional Planning. Selain berkarier di pemerintahan, Suahasil memiliki pengalaman panjang sebagai akademisi di Universitas Indonesia. Ia bahkan dikukuhkan sebagai guru besar bidang ekonomi pada 2009. Selanjutnya, Suahasil menjalankan tugas di Kantor Wakil Presiden melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Pengalaman tersebut memperkuat pemahamannya mengenai kebijakan ekonomi, pembangunan, dan pengelolaan fiskal. Kariernya kemudian semakin dekat dengan Kementerian Keuangan ketika ia dipercaya memimpin Badan Kebijakan Fiskal. Pada 2019, pemerintah mengangkat Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Suahasil Hadapi Tantangan Anggaran Negara
Setelah resmi menjadi Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menghadapi sejumlah tantangan fiskal. Salah satu perhatian utama pasar berkaitan dengan pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Sebelumnya, pemerintah membahas peluang efisiensi anggaran MBG hingga berada di bawah Rp200 triliun. Sementara itu, pemerintah sebelumnya menyiapkan sekitar Rp240 triliun untuk program tersebut dalam RAPBN 2027. Oleh sebab itu, arah kebijakan Suahasil akan menjadi perhatian pelaku pasar dan investor. Selain MBG, pemerintah juga harus menjaga defisit APBN ketika tekanan eksternal meningkat. Harga minyak dunia yang menembus USD100 per barel dapat memberikan tekanan tambahan terhadap anggaran negara. Kondisi tersebut membuat Kementerian Keuangan perlu menjaga keseimbangan antara pembiayaan program prioritas dan kesehatan fiskal. Dengan pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal, Suahasil diharapkan mampu menjaga kesinambungan kebijakan sekaligus merespons perubahan ekonomi global.
Reshuffle Kabinet Ikut Gerakkan IHSG
Kabar reshuffle kabinet turut memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Senin, 14 September 2026. IHSG sempat mengalami tekanan besar pada awal sesi kedua dan turun hingga level 6.371,39. Namun, indeks kemudian memangkas sebagian besar koreksinya menjelang penutupan sesi kedua. Sekitar pukul 15.20 WIB, IHSG berada di level 6.465,36 atau melemah 1,16 persen dan turun sekitar 76 poin. Artinya, IHSG berhasil memperbaiki posisi sekitar 94 poin hanya dalam waktu kurang dari 20 menit. Meski demikian, tekanan pasar masih terlihat dari jumlah saham yang melemah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sebanyak 538 saham turun, sedangkan 119 saham menguat dan 126 saham lainnya tidak berubah. Investor juga memperdagangkan sekitar 27,83 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp12,67 triliun. Pada sesi pertama, investor asing mencatatkan net foreign sell sekitar Rp664,34 miliar di seluruh pasar. Dengan demikian, pasar masih mencermati dampak pergantian pejabat ekonomi terhadap arah kebijakan pemerintah.
Kekayaan Suahasil Nazara dan Prospek Kebijakan Fiskal
Selain rekam jejaknya, kekayaan Suahasil Nazara juga menjadi perhatian setelah pengangkatannya sebagai Menteri Keuangan. Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 27 Februari 2026 untuk periode 2025, total kekayaan Suahasil tercatat sekitar Rp138,17 miliar. Komponen terbesar berasal dari surat berharga dengan nilai sekitar Rp66,88 miliar. Kemudian, Suahasil memiliki tanah dan bangunan senilai sekitar Rp49,86 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Depok. Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sekitar Rp9,08 miliar serta kas dan setara kas sekitar Rp6,04 miliar. Untuk kendaraan dan mesin, nilai yang dilaporkan mencapai sekitar Rp1,23 miliar. Setelah memperhitungkan kewajiban, total kekayaan bersih Suahasil mencapai sekitar Rp138,17 miliar. Kini, perhatian publik dan pasar tertuju pada langkah Suahasil setelah resmi memimpin Kementerian Keuangan. Terlebih lagi, kebijakan anggaran, pengendalian defisit, serta kesinambungan program pemerintah akan menjadi bagian penting dari agenda barunya.
👁 3605 kali
👁 2218 kali
👁 3455 kali
👁 2501 kali
👁️ Dilihat 12 kali





