Penembakan Terjadi di Distrik Muliama
KKB tembak 3 ASN Jayawijaya dalam perjalanan rombongan Dinas Pertanian pada Rabu, 9 September 2026. Insiden tersebut terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, sekitar pukul 15.53 WIT. Ketiga korban terdiri dari Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Wili Mbuik. Mereka sebelumnya menjalankan tugas terkait kegiatan pertanian di wilayah tersebut. Menurut keterangan kepolisian, rombongan pegawai Dinas Pertanian sedang melakukan perjalanan setelah menyalurkan bantuan ternak dan menjalankan agenda peninjauan kegiatan pertanian. Serangan kemudian terjadi ketika mereka melintas di sekitar Muliama. Aprida dan Alfonsius meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, Wili sempat mendapat pertolongan medis di RSUD Wamena. Namun, luka tembak yang dialaminya membuat nyawanya tidak tertolong.
Jenazah Wili Mbuik Diterbangkan ke Kupang
Jenazah Wili Mbuik kemudian dipulangkan ke daerah asalnya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 10 September 2026. Sebelum meninggalkan Wamena, jenazah sempat disemayamkan selama satu malam. Ratusan keluarga dan rekan kerja turut mengantar keberangkatan jenazah menuju Jayapura. Pesawat Trigana Air Cargo PK-YSV membawa jenazah dari Wamena dan mendarat di Bandara Sentani sekitar pukul 11.50 WIT. Petugas selanjutnya menyimpan jenazah sementara di ruang karantina bandara sebelum meneruskan perjalanan. Sekitar pukul 13.00 WIT, jenazah diberangkatkan dari Sentani menuju Jakarta menggunakan Sriwijaya Air. Setelah transit di Jakarta, perjalanan berlanjut menuju Kupang. Keluarga memperkirakan jenazah tiba di Bandara El Tari pada Jumat, 11 September 2026 pagi. Selanjutnya, keluarga akan membawa jenazah menuju Rote Ndao untuk proses pemakaman.
Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Kelompok dari Nduga
Aparat keamanan masih menyelidiki penembakan tersebut untuk memastikan identitas dan keterlibatan para pelaku. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebut penyelidikan awal mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dari wilayah Nduga. Meski begitu, aparat belum menutup proses pendalaman karena masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban selamat. Tim gabungan juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyisiran di sekitar lokasi. Petugas menemukan tiga selongsong amunisi, yaitu dua selongsong berkaliber 5,56 milimeter dan satu selongsong 9 milimeter. Selain itu, petugas menemukan ceceran darah di lokasi kejadian. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang berada dalam rombongan ketika serangan berlangsung. Langkah tersebut bertujuan memperjelas kronologi sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap para pegawai pemerintah tersebut.
Keluarga Wili Sempat Dihubungi Setelah Penembakan
Duka keluarga Wili semakin mendalam setelah orang yang diduga pelaku menggunakan telepon genggam korban untuk menghubungi keluarganya. Menurut keterangan keluarga, pelaku mengambil ponsel Wili setelah penembakan. Mereka kemudian membuka WhatsApp dan mencari nomor anggota keluarga di Rote Ndao. Salah satu kakak Wili menerima panggilan video dari pihak yang diduga sebagai anggota kelompok bersenjata tersebut. Dalam percakapan itu, keluarga mempertanyakan alasan penembakan terhadap Wili. Komunikasi tersebut sempat berlangsung beberapa kali pada Kamis siang. Namun, keluarga tidak lagi menerima panggilan hingga sore hari. Peristiwa itu membuat keluarga mengalami syok sambil menunggu kepulangan jenazah ke Kupang. Keluarga juga menyiapkan perjalanan menuju Rote Ndao setelah jenazah tiba di Nusa Tenggara Timur.
Pemerintah Tingkatkan Pengamanan di Papua
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq turut merespons insiden yang menewaskan tiga staf Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia mengatakan pemerintah terus menjalankan berbagai langkah untuk menjaga keamanan masyarakat di Papua. Menurutnya, kondisi geografis Papua yang luas membutuhkan kewaspadaan dari seluruh pihak. Pemerintah juga menjalankan pendekatan preventif, persuasif, dan represif secara beriringan sesuai kebutuhan di lapangan. Sementara itu, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya meningkatkan pengamanan dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat. Aparat juga menambah sekitar 50 personel dari Timika menuju Jayawijaya untuk memperkuat operasi. Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Penyelidikan akan terus berjalan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian serta membawa pihak yang bertanggung jawab ke proses hukum.
👁 3569 kali
👁 2471 kali
👁 1331 kali
👁 1905 kali
👁️ Dilihat 14 kali





