Gunung Anak Krakatau Erupsi, Wisatawan Diminta Menjauh

Wisatawan Diminta Tidak Mendekati Kawah

Gunung Anak Krakatau Erupsi Sejak Jumat Malam

Gunung Anak Krakatau erupsi di wilayah Selat Sunda, Lampung Selatan, sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut masih berlangsung hingga pengamatan Sabtu, 5 September 2026 pukul 06.00 WIB. Berdasarkan laporan pemantauan Magma Indonesia, Badan Geologi Kementerian ESDM menginterpretasikan aktivitas tersebut sebagai lava fountain atau lava air mancur. Fenomena ini menunjukkan adanya material lava yang terlontar dari kawah aktif. Aktivitas vulkanik juga menghasilkan suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran di Kabupaten Serang. Kondisi tersebut membuat pemantauan aktivitas Anak Krakatau tetap menjadi perhatian.

Lava Fountain Muncul Bersama Aktivitas Vulkanik

Pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, petugas mencatat satu kali gempa letusan atau erupsi. Gempa tersebut memiliki amplitudo maksimum 70 milimeter dengan durasi yang tercatat mencapai 21.600 detik. Selain itu, petugas melaporkan kondisi erupsi yang berlangsung secara terus-menerus. Pengamatan visual menunjukkan gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Sementara itu, asap kawah tidak teramati selama periode tersebut. CCTV pengamatan di lapangan juga dilaporkan tidak berfungsi setelah terkena lontaran material vulkanik. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas di sekitar kawah berlangsung cukup kuat sehingga petugas terus memantau perubahan secara berkala.

ava Fountain Muncul Bersama Aktivitas Vulkanik

Status Anak Krakatau Masih Level III Siaga

Gunung Anak Krakatau berada di wilayah Lampung Selatan dengan posisi sekitar 6,102 derajat lintang selatan dan 105,423 derajat bujur timur. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 157 meter di atas permukaan laut. Saat pengamatan berlangsung, cuaca di kawasan gunung berada dalam kondisi berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju barat laut, sedangkan suhu udara berada pada kisaran 26,5-27,1 derajat Celsius. Kelembapan tercatat sekitar 75-78 persen. Di tengah aktivitas erupsi tersebut, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti informasi resmi dari petugas dan tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan kawah aktif.

Wisatawan Diminta Tidak Mendekati Kawah

Badan Geologi Kementerian ESDM meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Petugas juga merekomendasikan agar tidak ada aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Imbauan tersebut penting karena erupsi dapat melontarkan material vulkanik tanpa banyak waktu untuk melakukan evakuasi. Pengalaman sejumlah pemancing pada Jumat malam juga menunjukkan pentingnya menjaga jarak dari kawasan gunung. Sebanyak 13 pemancing bersama lima anak buah kapal memilih meninggalkan lokasi setelah melihat asap dan gumpalan lava. Kapten kapal kemudian mengarahkan kapal menjauh dari kawasan Anak Krakatau ketika aktivitas vulkanik semakin intens. Rombongan tersebut akhirnya tiba di daratan dengan selamat setelah menempuh perjalanan sekitar empat hingga lima jam.

Wisatawan Diminta Tidak Mendekati Kawah

Pantau Informasi Resmi Gunung Anak Krakatau

Aktivitas Gunung Anak Krakatau mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika berada di sekitar kawasan Selat Sunda. Wisatawan sebaiknya tidak mendekati gunung hanya untuk melihat atau merekam aktivitas erupsi dari jarak dekat. Sebaliknya, masyarakat perlu mengikuti perkembangan melalui laporan resmi Badan Geologi dan Magma Indonesia. Gunung Krakatau sendiri memiliki sejarah panjang aktivitas vulkanik, termasuk letusan besar Krakatau pada 1883 yang menjadi salah satu peristiwa vulkanik paling terkenal di dunia. Kini, Anak Krakatau terus menjadi gunung api aktif yang membutuhkan pemantauan. Dengan mematuhi radius aman dan mengikuti arahan petugas, masyarakat dapat mengurangi risiko ketika aktivitas vulkanik meningkat.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3504 kali

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 2153 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 2112 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2434 kali

👁️ Dilihat 9 kali