Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km

Sejumlah Sungai Masuk Zona Bahaya

Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer

Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Awan panas guguran meluncur sejauh 2.000 meter pada pukul 09.18 WIB. Material tersebut bergerak ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.

Peristiwa itu terjadi setelah aktivitas serupa pada Jumat malam. Saat itu, awan panas guguran juga meluncur sekitar 2 kilometer. Karena itu, petugas terus meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.

Guguran Lava Masih Terjadi

Selain awan panas, petugas juga mencatat sejumlah guguran lava pijar. Material tersebut mengarah ke hulu Kali Krasak dan Kali Sat/Putih. Jarak luncuran maksimum mencapai sekitar 2 kilometer.

Sebelumnya, laporan pengamatan mencatat lima kali guguran lava menuju Kali Sat/Putih. Selain itu, aktivitas seismik juga menunjukkan adanya gempa guguran serta gempa hybrid. Kondisi tersebut menandakan aktivitas vulkanik masih berlangsung.

Guguran Lava Masih Terjadi

Status Aktivitas Tetap Siaga

Saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih memerlukan pemantauan intensif. Oleh sebab itu, masyarakat harus mengikuti rekomendasi dari BPPTKG dan pihak berwenang.

Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar kawasan pengamatan sempat cerah hingga mendung. Puncak juga terlihat jelas dalam periode pengamatan tertentu. Meski demikian, kondisi visual tidak dapat menjadi satu-satunya patokan keamanan.

Sejumlah Sungai Masuk Zona Bahaya

BPPTKG menetapkan sejumlah jalur sungai sebagai wilayah yang perlu diwaspadai. Pada sektor selatan-barat daya, potensi bahaya mencakup Sungai Boyong hingga 5 kilometer. Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi bahaya hingga 7 kilometer.

Selanjutnya, sektor tenggara juga perlu mendapat perhatian. Sungai Woro masuk dalam potensi bahaya hingga 3 kilometer. Sementara itu, Sungai Gendol memiliki jarak potensi bahaya hingga 5 kilometer.

Selain aliran lava dan awan panas, letusan eksplosif juga dapat menghasilkan lontaran material vulkanik. Material tersebut berpotensi mencapai radius 3 kilometer dari puncak.

Sejumlah Sungai Masuk Zona Bahaya

Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Merapi diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya. Wisatawan juga perlu mematuhi aturan keselamatan ketika berada di kawasan Kaliurang dan sekitarnya.

Di sisi lain, petugas terus melakukan pemantauan secara berkala. Polsubsektor Kaliurang juga melakukan patroli dan koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Merapi. Hingga pemantauan terakhir, kawasan Kaliurang dilaporkan aman dan kondusif.

Namun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan. Terlebih lagi, hujan dapat meningkatkan risiko lahar di sepanjang alur sungai yang berhulu di kawasan tersebut. Warga juga perlu mengantisipasi kemungkinan hujan abu apabila aktivitas erupsi meningkat.

Dengan demikian, masyarakat sebaiknya mengandalkan informasi resmi BPPTKG dan pemerintah daerah. Hindari informasi yang belum terverifikasi. Keselamatan harus menjadi prioritas selama aktivitas vulkanik masih berlangsung.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3438 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2372 kali

-12%
Original price was: Rp650.000.Current price is: Rp572.000.

👁 2556 kali

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 2112 kali

👁️ Dilihat 7 kali