Rupiah Indonesia Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.900

Kebijakan The Fed Meningkatkan Tekanan di Pasar Keuangan

Rupiah Indonesia Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.900

Rupiah Indonesia kembali menjadi perhatian pasar setelah dolar Amerika Serikat menembus level Rp17.900 pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data pasar, rupiah dibuka di posisi Rp17.900 per dolar AS atau melemah sekitar 0,36 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kondisi ini memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, kedekatan kurs rupiah dengan level psikologis Rp18.000 semakin meningkatkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap risiko ekonomi global.

Rupiah Indonesia Kembali Tertekan di Awal Perdagangan

Tekanan terhadap mata uang nasional terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di pasar internasional. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp17.835 per dolar AS dan kembali bergerak melemah pada sesi berikutnya. Sementara itu, sejumlah analis menilai sentimen global masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan kurs domestik. Oleh karena itu, investor cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter dunia.

Rupiah Indonesia Kembali Tertekan di Awal Perdagangan

Penguatan Dolar AS Jadi Faktor Utama Pelemahan Kurs

Indeks dolar AS (DXY) tercatat berada di level 101,432 atau menjadi salah satu posisi tertinggi dalam 13 bulan terakhir. Akibatnya, daya tarik aset berbasis dolar meningkat dan mendorong aliran modal keluar dari sejumlah negara berkembang. Selain itu, penguatan greenback membuat mata uang lain sulit mencatatkan penguatan yang signifikan. Tidak hanya rupiah, beberapa mata uang Asia juga mengalami tekanan akibat meningkatnya minat investor terhadap aset berdenominasi dolar AS.

Kebijakan The Fed Meningkatkan Tekanan di Pasar Keuangan

Pelaku pasar saat ini mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru, ekspektasi kenaikan suku bunga kembali meningkat. Bahkan, peluang kenaikan suku bunga pada beberapa pertemuan berikutnya tercatat lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Dengan demikian, sentimen risk off di pasar global semakin kuat. Akibatnya, investor lebih memilih aset yang dianggap aman sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kebijakan The Fed Meningkatkan Tekanan di Pasar Keuangan

Bank Indonesia Berupaya Menjaga Stabilitas Nilai Tukar

Di tengah tekanan global tersebut, Bank Indonesia terus mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Salah satunya adalah menaikkan suku bunga acuan hingga 100 basis poin dalam satu bulan terakhir. Selain meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik, kebijakan ini juga bertujuan menjaga arus modal asing tetap masuk ke Indonesia. Namun demikian, otoritas moneter tetap harus berhati-hati karena kondisi global yang masih bergejolak dapat memengaruhi efektivitas kebijakan yang ditempuh.

Prospek Mata Uang Garuda Masih Dipengaruhi Sentimen Global

Ke depan, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, terutama data inflasi Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga The Fed. Di sisi lain, terdapat sentimen positif setelah MSCI mempertahankan status emerging market bagi pasar ekuitas Indonesia. Keputusan tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional yang masih kuat. Meskipun demikian, selama dolar AS tetap berada dalam tren penguatan, nilai tukar rupiah berpotensi bergerak fluktuatif dan tetap menghadapi tekanan menuju level Rp18.000 per dolar AS.

 
 
-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 2353 kali

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 1558 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1532 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 2218 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1749 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 2136 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 2659 kali

-5%
Original price was: Rp1.900.000.Current price is: Rp1.805.000.

👁 1969 kali

👁️ Dilihat 17 kali