Sufmi Dasco Ahmad Terima Laporan Ancaman PHK Massal
Sufmi Dasco Ahmad menjadi sorotan setelah menerima laporan mengenai ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 55 ribu buruh di Bekasi. Laporan tersebut disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta. Menurut Andi Gani, sejumlah perusahaan keramik dan granit menghadapi tekanan berat akibat kenaikan harga gas industri yang sangat signifikan. Oleh karena itu, ribuan pekerja berisiko kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat apabila tidak ada solusi yang cepat dan tepat.
Kenaikan Harga Gas Industri Jadi Pemicu Krisis
Persoalan utama yang memicu ancaman PHK massal adalah lonjakan harga gas industri. Sebelumnya, harga gas berada di kisaran US$6 per MMBTU. Namun, saat ini harga tersebut disebut telah meningkat hingga sekitar US$23 per MMBTU. Akibatnya, biaya produksi industri yang sangat bergantung pada gas mengalami kenaikan drastis. Selain itu, beberapa perusahaan mengaku kesulitan mempertahankan operasional karena beban biaya yang semakin besar. Kondisi ini tidak hanya mengancam industri keramik, tetapi juga berpotensi merembet ke sektor tekstil dan manufaktur lainnya.
Sufmi Dasco Ahmad Langsung Hubungi Dirut Pertamina
Menanggapi situasi tersebut, Sufmi Dasco Ahmad langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. Bahkan, panggilan telepon tersebut dilakukan secara langsung di hadapan peserta Rakernas KSPI. Dalam percakapan itu, Dasco meminta penjelasan mengenai kondisi gas industri sekaligus menanyakan kemungkinan solusi yang dapat segera diterapkan. Sementara itu, Simon menyatakan bahwa Pertamina akan berkoordinasi dengan PGN untuk mencari langkah penyesuaian yang dapat membantu dunia industri menghadapi tekanan harga gas.
Upaya Mitigasi untuk Mencegah Gelombang PHK
Selain meminta penjelasan dari Pertamina, Dasco juga menekankan pentingnya mitigasi terhadap ancaman PHK. Ia menyebut potensi hilangnya 55 ribu lapangan pekerjaan sebagai persoalan yang sangat memprihatinkan. Karena itu, Dasco mengusulkan pertemuan antara pihak Pertamina, perwakilan buruh, dan pemangku kepentingan terkait dalam satu hingga dua hari ke depan. Dengan demikian, seluruh pihak dapat duduk bersama untuk merumuskan langkah konkret yang mampu mengurangi risiko PHK massal serta menjaga keberlangsungan operasional industri.
Harapan Buruh dan Pemerintah terhadap Solusi Cepat
Di sisi lain, kalangan buruh berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait harga dan pasokan gas industri. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga mengakui bahwa ancaman PHK semakin nyata di berbagai sektor. Oleh sebab itu, pemerintah terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah mitigasi apabila situasi memburuk. Jika solusi dapat ditemukan dalam waktu dekat, maka ribuan pekerja berpeluang mempertahankan mata pencaharian mereka. Dengan langkah cepat yang dilakukan Sufmi Dasco Ahmad, publik kini menantikan hasil koordinasi antara pemerintah, Pertamina, dan perwakilan buruh untuk mencegah terjadinya gelombang PHK yang lebih luas.
👁 2347 kali
👁 1740 kali
👁 1884 kali
👁 1338 kali
👁️ Dilihat 16 kali




