Saham VISI Menguat di Tengah Transaksi Negosiasi Jumbo
Saham VISI milik PT Satu Visi Putra Tbk kembali menarik perhatian pelaku pasar modal. Pada akhir sesi pertama perdagangan 9 Juni 2026, saham VISI ditutup menguat 3% ke level Rp1.030 per saham. Aktivitas perdagangan di pasar reguler tercatat cukup aktif dengan volume mencapai 1,06 juta saham dan nilai transaksi lebih dari Rp1 miliar. Namun, perhatian investor justru tertuju pada transaksi besar yang terjadi di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam transaksi tersebut, lebih dari 29 miliar saham diperdagangkan pada harga Rp94 per saham dengan total nilai mencapai Rp275,3 miliar. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai transaksi jumbo tersebut.
Masuknya Nagita Slavina Picu Perhatian Investor
Pergerakan saham VISI semakin menarik setelah perusahaan mengungkap rencana perubahan pengendalian. Nagita Slavina melalui PT Harmoni Semesta Investama resmi menjadi calon pengendali baru perseroan. Sebelumnya, perusahaan telah menerima pemberitahuan terkait negosiasi pengambilalihan saham pada Februari 2026. Kabar tersebut mendapat respons positif dari pasar karena nama Nagita Slavina dan Raffi Ahmad memiliki pengaruh besar di dunia bisnis dan hiburan Indonesia. Tidak heran jika saham VISI mencatat kenaikan lebih dari 440% sepanjang tahun berjalan atau year to date (YTD).
Akuisisi 61,85% Saham VISI Resmi Terealisasi
Perubahan pengendalian akhirnya resmi terjadi setelah PT Harmoni Semesta Investama mengakuisisi 1.901.580.000 saham VISI dari David Dwiputra. Jumlah tersebut setara dengan 61,85% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Harga akuisisi ditetapkan sebesar Rp94 per saham sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp178,74 miliar. Struktur kepemilikan Harmoni Semesta Investama menunjukkan Nagita Slavina menguasai 51% saham dan menjabat sebagai direktur, sedangkan Raffi Ahmad memiliki 49% saham dan menjabat sebagai komisaris. Akuisisi ini menandai babak baru bagi emiten VISI yang selama ini bergerak di bidang distribusi bahan percetakan dan periklanan digital.
VISI Tetap Kejar Pertumbuhan Pendapatan Tahun 2026
Di tengah perubahan kepemilikan, manajemen VISI tetap menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5% hingga akhir tahun 2026. Direktur Utama David Dwiputra menyatakan perusahaan akan mencari peluang bisnis baru di bidang barang dan jasa serta meningkatkan diversifikasi produk melalui impor maupun produksi dalam negeri. Meskipun kondisi ekonomi dan industri berbahan plastik masih menghadapi tantangan, perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi. Manajemen juga membuka peluang ekspansi ke lini usaha baru setelah hadirnya pengendali baru yang diyakini dapat membawa strategi bisnis berbeda.
Tantangan Kinerja dan Prospek Saham VISI ke Depan
Meski saham VISI menunjukkan performa impresif di pasar, kinerja keuangan perusahaan masih menghadapi tekanan. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan tercatat turun 3,49% secara tahunan menjadi Rp72,74 miliar. Selain itu, rugi bersih meningkat tajam dari Rp201 juta pada kuartal pertama 2025 menjadi Rp3,31 miliar pada periode yang sama tahun ini. Namun, masuknya Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai pengendali baru membuka peluang transformasi bisnis yang lebih luas. Investor kini menantikan arah strategi baru perusahaan yang berpotensi menciptakan sumber pendapatan tambahan dan memperkuat prospek saham VISI di masa mendatang.
👁 1446 kali
👁 1652 kali
👁 1275 kali
👁 1171 kali
👁️ Dilihat 10 kali





