Sidang Isbat Iduladha 2026 Digelar Hari Ini
Sidang Isbat Iduladha 2026 resmi digelar pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia pada Minggu, 17 Mei 2026. Agenda ini menjadi tahapan penting untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah sekaligus menetapkan Hari Raya Iduladha di Indonesia. Kegiatan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, dengan melibatkan perwakilan organisasi Islam, ahli falak, astronom, dan instansi terkait. Masyarakat juga menunggu hasil keputusan resmi pemerintah terkait jadwal Iduladha tahun ini.
Jadwal Sidang Isbat Iduladha 2026 dan Tahapannya
Rangkaian kegiatan dimulai dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Dalam sesi tersebut, Tim Hisab Rukyat Kemenag memaparkan data astronomi terkait posisi bulan dan kemungkinan terlihatnya hilal. Setelah salat Magrib, sidang tertutup dimulai pukul 18.00 WIB untuk membahas laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah Indonesia. Hasil keputusan kemudian diumumkan melalui konferensi pers sekitar pukul 19.00 WIB. Masyarakat dapat mengikuti seluruh proses melalui kanal YouTube resmi Kemenag RI dan Bimas Islam TV secara langsung.
Kriteria Hilal MABIMS dalam Sidang Isbat Iduladha 2026
Penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia menggunakan metode hisab dan rukyat yang mengacu pada kriteria hilal MABIMS. Sebelumnya, negara anggota MABIMS memakai parameter imkanur rukyat 2–3–8, yaitu tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam setelah ijtimak. Namun, perkembangan ilmu astronomi menunjukkan bahwa hilal pada posisi tersebut sulit terlihat. Karena itu, kriteria baru diterapkan dengan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Indonesia mulai memakai standar baru tersebut sejak 2022 setelah melalui pembahasan bersama ahli falak dan akademisi.
Sidang Isbat Iduladha 2026 Gunakan Hisab dan Rukyat
Selain seminar astronomi, pemerintah juga melakukan rukyatul hilal di 88 titik pemantauan dari Aceh hingga Papua. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan hasil hisab sesuai dengan kondisi di lapangan. Setelah seluruh laporan diterima, Menteri Agama memimpin sidang penetapan bersama ulama, tokoh ormas Islam, dan pakar astronomi. Forum tersebut mempertimbangkan data hisab, hasil rukyat, dan kriteria visibilitas hilal sebelum mengambil keputusan resmi. Proses ini menjadi bentuk transparansi pemerintah dalam menentukan awal Zulhijah.
Hasil Sidang Isbat Iduladha 2026 Tetapkan 27 Mei
Pemerintah akhirnya menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 2026 diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari seluruh Indonesia. Hilal dinyatakan telah memenuhi standar MABIMS dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Keputusan ini diharapkan menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia dalam menyambut Hari Raya Kurban secara serentak.
👁 1921 kali
👁 1180 kali
👁 1219 kali
👁 1790 kali
👁 1319 kali
👁 1718 kali
👁 2230 kali
👁 1645 kali
👁️ Dilihat 8 kali








