Sinar Mas Perkuat Broadband Nasional di 2026
Sinar Mas perkuat broadband nasional melalui PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) atau MoraRepublic setelah merger Moratelindo dan MyRepublic resmi berjalan sejak April 2026. Langkah strategis ini membuat MoraRepublic semakin agresif mengembangkan layanan internet fiber dan broadband di Indonesia. Perusahaan menargetkan pencapaian 5 juta homepass sepanjang 2026 untuk memperluas konektivitas digital nasional.
Chief Network Officer MoraRepublic, Hendra Gunawan, menyebut penggabungan dua perusahaan tersebut menghadirkan kekuatan baru di industri telekomunikasi. MyRepublic unggul pada jaringan last mile dan layanan pelanggan, sedangkan Moratelindo memiliki kekuatan backbone dan kabel serat optik antarpulau. Sinergi ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan internet bagi masyarakat.
Sinar Mas Perkuat Broadband Lewat Ekspansi FTTH
MoraRepublic kini telah menjangkau sekitar 200 kota dan kabupaten di Indonesia. Infrastruktur perusahaan mencakup submarine cable, inland fiber dari Sumatra hingga Papua, pusat data, serta layanan enterprise dengan ribuan pelanggan bisnis. Selain itu, perusahaan juga memperluas layanan fixed wireless access (FWA) di 179 kota untuk memperkuat akses internet nasional.
Ekspansi fiber-to-the-home (FTTH) difokuskan pada wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara. Strategi ini menjadi bagian penting dari langkah Sinar Mas perkuat broadband di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran jaringan internet cepat diharapkan mampu mendukung aktivitas digital masyarakat dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
MoraRepublic Fokus Efisiensi dan Teknologi AI
Pasca merger, MoraRepublic lebih fokus meningkatkan efisiensi operasional dan optimalisasi belanja modal. Sebelumnya, sebagian jaringan MyRepublic masih memakai backbone pihak ketiga. Kini perusahaan dapat memanfaatkan jaringan Moratelindo untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menekan biaya operasional.
Selain memperkuat infrastruktur, MoraRepublic juga mulai mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan atau AI di sejumlah lini bisnis. Teknologi AI digunakan untuk analisis produktivitas tim penjualan, pengolahan data pelanggan, customer experience, hingga otomatisasi layanan pesan pelanggan. Perusahaan juga menggandeng ZTE untuk mempercepat pengembangan broadband yang lebih modern dan inklusif.
Sinar Mas Perkuat Broadband dan Kapitalisasi MORA
Kinerja MoraRepublic turut menarik perhatian pasar modal Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 13 Mei 2026, kapitalisasi pasar saham MORA mencapai Rp328 triliun dan berhasil melampaui PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang berada di angka Rp293 triliun.
Pencapaian tersebut menempatkan MORA di posisi kedelapan saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Sebelum merger, Moratelindo memiliki lebih dari 57 ribu kilometer kabel serat optik dan enam pusat data. Sementara MyRepublic memiliki lebih dari 58 ribu kilometer jaringan fiber dengan 1,52 juta pelanggan ritel. Infrastruktur besar ini menjadi pondasi kuat bagi strategi Sinar Mas perkuat broadband nasional.
Sinar Mas Perkuat Broadband di Tengah Persaingan Telekomunikasi
Persaingan industri telekomunikasi Indonesia diperkirakan semakin ketat seiring meningkatnya kebutuhan internet cepat. MoraRepublic memanfaatkan momentum konsolidasi industri untuk memperluas jaringan broadband dan meningkatkan kualitas layanan pelanggan di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, Telkom Indonesia juga sedang menyiapkan spin off aset fiber optik melalui PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau Infranexia. Meski persaingan semakin kompetitif, MoraRepublic optimistis sinergi teknologi, ekspansi jaringan, dan dukungan Grup Sinar Mas mampu memperkuat posisi perusahaan di industri broadband Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
👁 1178 kali
👁 1319 kali
👁 1782 kali
👁 1765 kali
👁️ Dilihat 10 kali




