RUPST GIAA 2026 Ubah Direksi dan Dongkrak Kinerja Garuda

Pendapatan Garuda Indonesia Naik pada Kuartal I 2026

RUPST GIAA 2026 Bahas Strategi Pemulihan Bisnis

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST GIAA 2026 dengan sejumlah agenda penting terkait arah bisnis perusahaan. Rapat yang berlangsung di Gedung Manajemen Garuda tersebut dihadiri pemegang saham yang mewakili 94,39 persen total saham perseroan. Melalui rapat ini, perusahaan membahas laporan tahunan, laporan keuangan konsolidasian, hingga strategi jangka panjang untuk memperkuat bisnis penerbangan nasional.

Selain itu, manajemen juga menyampaikan pembahasan mengenai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan RKAP 2027. Perseroan menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tantangan industri aviasi global. Oleh sebab itu, transformasi perusahaan terus dijalankan secara bertahap agar operasional menjadi lebih efisien dan kompetitif.

Perubahan Pengurus Jadi Fokus Utama RUPST

Salah satu keputusan penting dalam RUPST kali ini adalah perubahan susunan direksi dan komisaris perusahaan. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service. Di sisi lain, Sugito Anjasmoro resmi dipercaya menduduki posisi Komisaris Garuda Indonesia.

Perusahaan juga memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service. Sementara itu, Frans Dicky Tamara mengakhiri perannya sebagai Komisaris setelah sebelumnya menjabat sejak Oktober 2025. Pergantian manajemen ini diharapkan mampu mempercepat proses transformasi bisnis dan memperkuat fondasi perusahaan ke depan.

Perubahan Pengurus Jadi Fokus Utama RUPST

Susunan Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia Terbaru

Berdasarkan keputusan RUPST GIAA 2026, Fadjar Prasetyo tetap menjabat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Selanjutnya, Mawardi Yahya bertugas sebagai Komisaris Independen bersama Chairal Tanjung dan Sugito Anjasmoro yang mengisi posisi Komisaris.

Sementara itu, jajaran direksi dipimpin oleh Glenny Kairupan sebagai Direktur Utama dan Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Wakil Direktur Utama. Posisi strategis lainnya ditempati Balagopal Kunduvara sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Dani Haikal Iriawan sebagai Direktur Operasi, Mukhtaris sebagai Direktur Teknik, Reza Aulia Hakim sebagai Direktur Niaga, Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, serta Neil Raymond Mills sebagai Direktur Transformasi.

Pendapatan Garuda Indonesia Naik pada Kuartal I 2026

Kinerja operasional Garuda Indonesia menunjukkan tren positif pada awal 2026. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Garuda Indonesia Group berhasil mengangkut 5,42 juta penumpang atau meningkat 6,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut didorong peningkatan frekuensi penerbangan yang mencapai 19.337 penerbangan.

Tidak hanya jumlah penumpang yang meningkat, perseroan juga mencatat pendapatan usaha konsolidasian sebesar USD 762,35 juta. Angka tersebut tumbuh 5,36 persen dibandingkan Kuartal I 2025. Pendapatan terbesar masih berasal dari layanan penerbangan berjadwal yang mencapai USD 648,10 juta sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Pendapatan Garuda Indonesia Naik pada Kuartal I 2026

Transformasi Garuda Mulai Tunjukkan Dampak Positif

Program transformasi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil terhadap performa bisnis. Perseroan berhasil menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu, tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) meningkat menjadi 91,01 persen sehingga kualitas layanan operasional semakin membaik.

Saat ini, Garuda Indonesia Group juga telah mengoperasikan 102 armada serviceable untuk mendukung kebutuhan penerbangan domestik maupun internasional. Manajemen optimistis perubahan susunan pengurus dan strategi bisnis yang lebih terukur akan membantu perusahaan mempercepat fase pemulihan. Dengan kondisi tersebut, maskapai pelat merah ini berharap mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat posisi di industri penerbangan nasional.

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 1141 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1288 kali

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 1449 kali

-5%
Original price was: Rp750.000.Current price is: Rp712.500.

👁 1782 kali

👁️ Dilihat 18 kali