IHSG Anjlok 5 Maret 2026, Sempat Rebound ke 7.703

IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.707

IHSG Anjlok 5 Maret 2026 Akibat Panic Selling Bursa Asia

IHSG anjlok 5 Maret 2026 setelah tekanan dari pasar global memicu aksi panic selling di sejumlah bursa Asia. Kondisi ini membuat investor cenderung melepas aset berisiko sehingga Indeks Harga Saham Gabungan mengalami volatilitas tinggi sejak awal perdagangan. Bahkan, indeks sempat merosot tajam hingga sekitar -4,6 persen dan turun ke kisaran level 7.577. Tekanan tersebut menunjukkan bahwa pergerakan IHSG masih sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan pergerakan pasar regional.

IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.707

Meskipun tekanan global cukup kuat, IHSG membuka perdagangan Kamis (5/3/2026) dengan kinerja yang cukup positif. Indeks tercatat menguat sekitar 1,72 persen ke level 7.707 pada awal sesi perdagangan. Penguatan ini didorong oleh aksi beli investor domestik yang memanfaatkan harga saham yang sebelumnya terkoreksi. Selain itu, beberapa saham berkapitalisasi besar juga mencatat kenaikan sehingga membantu menahan tekanan jual dari investor asing.

IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.707

IHSG Menguat 1,67 Persen pada Sesi I Perdagangan

Pada sesi I perdagangan, IHSG berhasil mempertahankan momentum penguatan. Indeks tercatat naik 1,67 persen ke level 7.703,79. Sejumlah sektor menjadi pendorong utama kenaikan indeks. Sektor barang konsumen siklikal naik 4,42 persen, diikuti sektor perindustrian yang menguat 2,74 persen, serta sektor barang baku yang naik 2,60 persen. Kinerja sektor-sektor tersebut menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat dari investor di tengah volatilitas pasar.

IHSG Masih Berpotensi Melemah Menurut Analis

Meski IHSG sempat rebound, sejumlah analis pasar menilai indeks masih memiliki potensi melemah dalam jangka pendek. Mereka melihat bahwa sentimen global seperti pergerakan bursa Asia, kondisi ekonomi internasional, dan arus dana asing masih dapat memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia. Oleh karena itu, investor perlu mencermati level support dan resistance utama sebelum mengambil keputusan investasi.

IHSG Masih Berpotensi Melemah Menurut Analis

Rekomendasi Saham di Tengah Volatilitas IHSG

Di tengah kondisi IHSG anjlok 5 Maret 2026, para analis pasar tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai memiliki prospek menarik. Investor disarankan fokus pada saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Strategi buy on weakness juga dinilai masih relevan selama volatilitas pasar masih terjadi. Jika sentimen global mulai membaik, rebound IHSG hari ini bisa menjadi sinyal awal pemulihan pasar saham dalam beberapa waktu ke depan.

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 733 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1179 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 882 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 1129 kali

👁️ Dilihat 9 kali