Suspensi Saham PPRO Akhirnya Dicabut BEI
Saham PPRO kembali diperdagangkan setelah lebih dari satu tahun mengalami penghentian sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas bursa resmi membuka suspensi PT PP Properti Tbk (PPRO) pada Selasa, 24 Februari 2026, mulai sesi I full call auction (FCA). Dengan keputusan tersebut, seluruh efek PPRO kini dapat kembali ditransaksikan di seluruh pasar.
Sebelumnya, BEI menghentikan perdagangan saham ini sejak 15 Oktober 2024. Suspensi panjang tersebut berkaitan dengan restrukturisasi kewajiban keuangan perseroan, termasuk perubahan skema penyelesaian utang dan pembayaran bunga yang jatuh tempo. Setelah perseroan menyelesaikan pembayaran bunga pada 17 Februari 2026 dan memperbarui skema utangnya, BEI menilai saham PPRO layak kembali diperdagangkan.
Langsung Menguat dan Menyentuh ARA
Tak butuh waktu lama, saham PPRO kembali diperdagangkan dengan respons pasar yang cukup agresif. Pada hari pertama pembukaan suspensi, harga saham langsung melonjak hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Hingga sebelum jeda siang, saham PPRO ditutup di level 23, naik 2 poin atau setara 9,52 persen dari harga terakhir di 21 sebelum suspensi.
Lonjakan ini menunjukkan minat beli yang cukup kuat dari investor. Status suspensi yang telah lama membekukan pergerakan saham membuat banyak pelaku pasar menanti kepastian. Ketika BEI resmi membuka kembali perdagangan, tekanan beli langsung mendominasi dan mendorong harga menyentuh batas atas harian.
Dampak Restrukturisasi terhadap Kepercayaan Investor
Keputusan manajemen untuk merestrukturisasi utang menjadi faktor kunci dalam pemulihan kepercayaan pasar. Perseroan menyesuaikan skema pembayaran agar lebih selaras dengan kondisi arus kas dan prospek bisnis ke depan. Pembayaran bunga pada 17 Februari 2026 menjadi sinyal penting bahwa perusahaan berkomitmen memenuhi kewajibannya.
Investor umumnya merespons positif langkah transparan dan penyelesaian kewajiban finansial. Meskipun demikian, pasar tetap akan mencermati kinerja fundamental PPRO dalam beberapa kuartal mendatang. Stabilitas pendapatan, proyek berjalan, serta kemampuan menjaga likuiditas akan menjadi indikator utama pergerakan harga selanjutnya.
Pergerakan Saham PPRO ke Depan
Walau saham PPRO kembali diperdagangkan dan langsung mencatatkan ARA, investor tetap perlu bersikap rasional. Lonjakan harga pada hari pertama sering kali dipengaruhi sentimen jangka pendek. Untuk jangka menengah dan panjang, kinerja operasional dan realisasi proyek properti akan menentukan arah tren berikutnya.
Saham properti juga sangat sensitif terhadap kondisi suku bunga, daya beli masyarakat, serta kebijakan pemerintah di sektor perumahan. Jika manajemen mampu menjaga momentum restrukturisasi dan memperbaiki fundamental, bukan tidak mungkin kepercayaan pasar terus membaik. Namun, volatilitas tetap menjadi risiko yang harus diperhitungkan oleh investor sebelum mengambil keputusan investasi.
👁 692 kali
👁 830 kali
👁 778 kali
👁 898 kali
👁️ Dilihat 17 kali




