Saham BCA Melonjak 2,32%, Ini Peluang Emas Investor

Kinerja Saham BCA Hari Ini Menguat Signifikan

Saham PT Bank Central Asia Tbk kembali menunjukkan performa impresif pada sesi I perdagangan Jumat, 10 April 2026. Saham BCA melonjak sebesar 2,32% ke level Rp6.625 per saham sekitar pukul 11.10 WIB. Kenaikan ini menandakan adanya minat beli yang kuat dari pelaku pasar setelah sebelumnya saham ini mengalami tekanan. Lonjakan harga saham BCA menjadi sinyal awal bahwa sentimen positif mulai kembali terbentuk di pasar.

Net Buy Besar Dorong Lonjakan Saham BBCA

Kenaikan saham BCA tidak terjadi tanpa alasan. Investor mencatatkan pembelian bersih (net buy) tertinggi mencapai Rp218,4 miliar. Selain itu, total nilai transaksi saham ini mencapai Rp508,3 miliar dengan volume perdagangan sebesar 77,57 juta saham. Aktivitas beli yang masif ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek saham BCA dalam jangka menengah hingga panjang. Pergerakan ini juga memperkuat posisi BBCA sebagai salah satu saham unggulan di pasar modal Indonesia.

Upload Image...

Dividen Besar BCA Jadi Daya Tarik Investor

Selain pergerakan harga, saham BCA juga menarik perhatian karena pembagian dividen yang besar. Untuk tahun buku 2025, BCA membagikan dividen final sebesar Rp281 per saham dengan total mencapai Rp41,3 triliun. Sebelumnya, perusahaan juga telah menyalurkan dividen interim Rp55 per saham pada Desember 2025. Dividend payout ratio (DPR) mencapai 72%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan dividen ini memberikan aliran pendapatan pasif yang stabil bagi investor dan memperkuat daya tarik saham BCA.

Fundamental Kuat Perkuat Prospek Saham BCA

Kinerja fundamental BCA tetap solid sepanjang 2025. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9% secara tahunan. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp85,4 triliun, sementara pendapatan non-bunga meningkat signifikan. Penyaluran kredit juga tumbuh 7,7% menjadi Rp993 triliun. Dengan efisiensi operasional yang baik dan rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) yang membaik menjadi 30,7%, saham BCA menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Upload Image...

Analis Sebut Saham BCA Sedang Undervalued

Sejumlah analis menilai saham BCA saat ini berada dalam kondisi undervalued yang jarang terjadi untuk saham blue chip. Meskipun harga sempat turun hingga sekitar 19% sejak awal 2026, fundamental perusahaan tetap kuat. Bahkan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang melemah turut memengaruhi tekanan pada BBCA. Namun, kondisi ini justru membuka peluang bagi investor untuk masuk di harga relatif murah. Ketika sentimen pasar membaik, saham BCA berpotensi kembali ke valuasi normal dengan potensi capital gain yang signifikan.

-12%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.760.000.

👁 921 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 1056 kali

-5%
Original price was: Rp450.000.Current price is: Rp427.500.

👁 1342 kali

-5%
Original price was: Rp350.000.Current price is: Rp332.500.

👁 963 kali

👁️ Dilihat 7 kali