Moody’s Resmi Menilai Outlook Kredit RI Memburuk
Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service secara resmi menyatakan bahwa Outlook Kredit RI Memburuk dengan menurunkan prospek dari stabil menjadi negatif. Penilaian ini muncul di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global, termasuk ketidakpastian suku bunga, volatilitas pasar keuangan, serta risiko perlambatan ekonomi dunia. Moody’s menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketahanan fiskal dan kinerja pembiayaan Indonesia dalam jangka menengah, meskipun peringkat kredit negara masih dipertahankan.
Moody’s Soroti Kinerja 19 Perusahaan Nasional
Sejalan dengan penurunan outlook negara, Moody’s turut menyoroti prospek peringkat kredit 19 perusahaan besar Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor strategis seperti keuangan, energi, infrastruktur, dan telekomunikasi. Moody’s menilai adanya keterkaitan kuat antara risiko sovereign dengan profil kredit korporasi, terutama dalam hal akses pendanaan dan biaya utang. Namun demikian, lembaga pemeringkat tersebut tetap mengakui bahwa sebagian perusahaan masih memiliki fundamental operasional yang solid.
Tekanan Global Menjadi Faktor Utama Penilaian
Dalam laporannya, Moody’s menekankan bahwa faktor eksternal memainkan peran besar dalam keputusan ini. Ketatnya kebijakan moneter global, pelemahan pertumbuhan ekonomi mitra dagang, serta fluktuasi nilai tukar menjadi tantangan utama bagi Indonesia. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko pembiayaan dan menekan kinerja fiskal. Meski begitu, Moody’s mencatat bahwa kebijakan makroekonomi Indonesia selama ini relatif kredibel dan disiplin.
Pemerintah dan Otoritas Keuangan Beri Tanggapan
Menanggapi penilaian tersebut, pemerintah bersama otoritas keuangan menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga. Kepala LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa perbankan Indonesia memiliki permodalan kuat, likuiditas memadai, serta manajemen risiko yang terukur. Ia menilai penurunan outlook lebih mencerminkan dinamika global, bukan pelemahan struktural ekonomi domestik.
Pelaku Pasar Diminta Tetap Rasional dan Waspada
Meski Outlook Kredit RI Memburuk menurut Moody’s, pelaku pasar dan investor diminta tetap rasional dalam membaca situasi. Banyak analis menilai Indonesia masih memiliki prospek jangka panjang yang positif, didukung oleh pasar domestik besar dan reformasi struktural berkelanjutan. Dengan respons kebijakan yang tepat dan koordinasi antarotoritas, dampak negatif dari perubahan outlook ini diharapkan dapat diminimalkan.
👁 1093 kali
👁 974 kali
👁 712 kali
👁 704 kali
👁️ Dilihat 7 kali





