MSCI Setujui Reformasi BEI, Sinyal Positif untuk Pasar Modal
MSCI akhirnya memberikan lampu hijau terhadap proposal reformasi yang diajukan Bursa Efek Indonesia. Persetujuan ini menandai tahap final dari rangkaian evaluasi panjang terhadap struktur pasar modal Indonesia. Melalui keputusan ini, MSCI Setujui Reformasi BEI sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing pasar saham domestik di mata investor global. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam indeks acuan internasional yang menjadi rujukan investor institusi dunia.
267 Emiten Perlu Lepas Saham Rp187 Triliun
Dalam proses penyesuaian menuju standar global, sebanyak 267 emiten tercatat perlu meningkatkan porsi free float. Total nilai saham yang harus dilepas ke publik diperkirakan mencapai Rp187 triliun. Otoritas menilai peningkatan free float akan memperbaiki likuiditas dan memperluas partisipasi investor ritel maupun asing. Dengan struktur kepemilikan yang lebih terbuka, saham-saham Indonesia diharapkan menjadi lebih atraktif dan transparan di pasar internasional.
Manuver OJK dan BEI Percepat Reformasi
Otoritas Jasa Keuangan bersama BEI bergerak cepat demi memastikan standar global terpenuhi. Mereka tidak hanya merevisi aturan free float, tetapi juga membentuk satuan tugas khusus untuk mengawal implementasi kebijakan. Satgas tersebut bertugas mengawasi kepatuhan emiten serta memastikan proses pelepasan saham berjalan tertib dan sesuai regulasi. Melalui langkah aktif ini, regulator ingin menunjukkan komitmen kuat agar MSCI Setujui Reformasi BEI benar-benar memberikan dampak nyata.
Dampak Free Float terhadap Likuiditas dan Investor Asing
Peningkatan free float berpotensi mendongkrak likuiditas transaksi harian di bursa. Investor asing biasanya mempertimbangkan tingkat ketersediaan saham publik sebelum mengambil posisi besar. Ketika emiten meningkatkan porsi saham beredar, risiko konsentrasi kepemilikan menurun dan harga menjadi lebih mencerminkan mekanisme pasar. Kondisi ini akan membantu Indonesia mempertahankan daya tariknya sebagai destinasi investasi di kawasan Asia Tenggara.
👁 668 kali
👁 805 kali
👁 966 kali
👁 868 kali
👁️ Dilihat 11 kali





