Sukabumi – Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) membuat geger warga Kampung Cibodas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (28/8/2025). Hewan langka yang dilindungi ini terlihat berkeliaran di sekitar pemukiman dan sempat masuk ke kebun milik warga.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan warga, macan tutul tersebut muncul sekitar pukul 06.30 WIB ketika beberapa petani hendak ke kebun. Hewan itu terlihat berjalan di pematang sawah sebelum akhirnya naik ke area perbukitan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung.
“Awalnya saya kira anjing besar, tapi setelah diperhatikan ternyata macan tutul. Kami langsung panik dan melaporkannya ke aparat desa,” ujar Deden (45), salah satu saksi mata.
Respons Petugas
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat segera menurunkan tim untuk melakukan pengamanan. Petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan macan tutul tidak lagi masuk ke permukiman.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan satwa maupun warga. Macan tutul jawa adalah satwa dilindungi dengan populasi sangat terbatas,” jelas Kepala BBKSDA Jabar.
Kondisi Macan Tutul Jawa
Macan tutul jawa merupakan subspesies macan tutul yang hanya ditemukan di Pulau Jawa. Satwa ini masuk kategori Critically Endangered atau sangat terancam punah menurut IUCN. Diperkirakan, populasi liar yang tersisa hanya sekitar 350 ekor.
Hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan menjadi salah satu ancaman utama kelangsungan hidup macan tutul jawa.
Produk Terkait
-
Kael Leather Goods Leather Backpack Balveer Series
Original price was: Rp1.850.000.Rp1.757.500Current price is: Rp1.757.500. -
Kael Leather Goods Leather Backpack Denali Series
Original price was: Rp2.000.000.Rp1.900.000Current price is: Rp1.900.000. -
Kael Leather Goods Leather Backpack Diamond Series
Original price was: Rp2.000.000.Rp1.900.000Current price is: Rp1.900.000. -
Kael Leather Goods Leather Backpack Ganesh Series
Original price was: Rp2.000.000.Rp1.900.000Current price is: Rp1.900.000.
Upaya Konservasi
Pemerintah bersama lembaga konservasi terus berupaya menjaga kelestarian satwa langka ini. Salah satunya dengan patroli hutan, pelepasliaran satwa hasil rehabilitasi, serta kampanye penyadaran kepada masyarakat agar tidak mengganggu habitat alaminya.
“Macan tutul berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem. Jika populasinya hilang, rantai makanan di hutan Jawa akan terganggu,” tambah pihak BBKSDA.
Reaksi Warga
Meski sempat panik, warga mengaku lega setelah tim konservasi menenangkan situasi. Mereka berharap pemerintah bisa lebih serius melindungi satwa langka agar tidak semakin sering masuk ke permukiman.
“Kami takut, tapi juga kasihan. Kalau hutannya habis, wajar kalau macan turun mencari makan,” kata seorang warga.