IHSG Turun Tajam 5%, Investor Mulai Berani Serok Saham

Investor Asing Tetap Percaya, Net Buy Rp653,9 Miliar

IHSG Turun Tajam 5% Tekan Psikologis Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan signifikan setelah mencatat penurunan hingga 5 persen dalam satu sesi perdagangan. Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran investor ritel yang cenderung bersikap wait and see. Pelemahan tersebut terjadi seiring meningkatnya volatilitas global, tekanan sentimen eksternal, serta aksi jual jangka pendek yang dilakukan sebagian pelaku pasar. Meski begitu, sejumlah analis menilai koreksi tajam ini justru membuka peluang akumulasi saham berkualitas dengan valuasi yang semakin menarik.

Purbaya Yudhi Sadewa: Investor Seharusnya Berani Serok

Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan bahwa penurunan IHSG bisa menjadi momentum strategis. Ia menegaskan, jika berada di posisi investor, dirinya justru akan melakukan aksi beli di level bawah. Menurutnya, fundamental ekonomi domestik masih relatif kuat dan tidak sepenuhnya mencerminkan kepanikan pasar saham. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa koreksi tajam IHSG lebih disebabkan oleh faktor psikologis dibandingkan penurunan fundamental emiten.

Purbaya Yudhi Sadewa: Investor Seharusnya Berani Serok

Airlangga Sebut FOMO Investor Picu Tekanan Lanjutan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai bahwa fenomena fear of missing out (FOMO) turut memperburuk kondisi pasar. Ia menyebut, sebagian investor bereaksi berlebihan terhadap sentimen negatif jangka pendek, sehingga tekanan jual semakin membesar. Airlangga menekankan bahwa pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi. Dengan demikian, pelemahan IHSG dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil secara menyeluruh.

Investor Asing Tetap Percaya, Net Buy Rp653,9 Miliar

Di tengah penurunan IHSG, investor asing justru menunjukkan sikap berbeda. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aksi beli bersih (net buy) investor asing mencapai Rp653,9 miliar. Data ini menegaskan bahwa pelaku pasar global masih melihat prospek positif pasar modal Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang. Aksi borong saham oleh asing juga menjadi sinyal bahwa valuasi saham-saham unggulan mulai dinilai menarik setelah koreksi tajam.

Investor Asing Tetap Percaya, Net Buy Rp653,9 Miliar

IHSG Turun Tajam 5% Jadi Ujian Ketahanan Investor

Kondisi IHSG Turun Tajam 5% menjadi ujian mental sekaligus strategi bagi investor. Bagi investor jangka panjang, situasi ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun portofolio secara selektif dan disiplin. Sementara bagi trader jangka pendek, volatilitas tinggi menuntut manajemen risiko yang lebih ketat. Dengan dukungan fundamental ekonomi yang relatif stabil serta kepercayaan investor asing, pasar saham Indonesia masih memiliki peluang untuk kembali pulih seiring meredanya sentimen negatif.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 1051 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 864 kali

-5%
Original price was: Rp650.000.Current price is: Rp617.000.

👁 666 kali

-5%
Original price was: Rp250.000.Current price is: Rp237.500.

👁 558 kali

👁️ Dilihat 12 kali