Eskalasi Konflik yang Memicu Ketidakpastian Pasar
Dampak Perang Iran 2026 langsung terasa pada kepanikan pasar global setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Presiden Donald Trump menyatakan operasi militer besar dimulai untuk menekan ancaman Iran, yang dianggap mengancam keamanan global. Kondisi ini menciptakan gelombang ketidakpastian di pasar keuangan internasional karena skala dan durasi konflik belum jelas. Investor bereaksi cepat dengan menjual aset berisiko dan beralih ke aset aman.
Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Risiko Pasokan
Salah satu dampak paling cepat terlihat pada sektor energi. Harga minyak mentah global langsung naik signifikan setelah serangan dilancarkan, karena kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah meningkat. Iran merupakan bagian penting dari rantai pasokan minyak dunia, dan potensi gangguan di Selat Hormuz – jalur perdagangan strategis – mendorong harga Brent dan WTI ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Analis bahkan memperkirakan harga minyak bisa mencapai level yang lebih tinggi lagi jika konflik berkepanjangan dan gangguan pasokan semakin nyata.
Emas dan Aset Safe Haven Semakin Diminati
Dampak Perang Iran 2026 juga memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketika risiko geopolitik meningkat, investor cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih aman terhadap gejolak ekonomi. Harga emas naik bersama instrumen perlindungan nilai lainnya seperti obligasi dan beberapa mata uang kuat. Hal ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi dan risiko terhadap saham serta aset berisiko lainnya.
Mata Uang Negara Berkembang Tertekan
Selain harga komoditas, nilai tukar mata uang negara berkembang termasuk rupiah juga berada di bawah tekanan. Ketika pasar global bergerak ke posisi defensif, permintaan terhadap dolar AS meningkat, sehingga membuat banyak mata uang lain, terutama dari negara berkembang, mengalami depresiasi. Dampak Perang Iran 2026 terhadap valuta asing mencerminkan aliran modal yang mencari keamanan di tengah ketidakpastian geopolitik ini.
Prospek Ke Depan dan Harapan Negosiasi
Terlepas dari tekanan yang terjadi saat ini, pasar tetap berharap adanya peluang negosiasi diplomatik yang bisa meredakan konflik. Jika kedua belah pihak membuka kembali jalur dialog, volatilitas pada harga minyak, emas, dan nilai mata uang bisa mereda. Sebaliknya, eskalasi konflik lanjutan berpotensi memperpanjang gejolak pasar global dan memperburuk dampak ekonomi bagi negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi. Investor dianjurkan untuk tetap waspada terhadap perkembangan terbaru dan menyesuaikan strategi portofolio mereka sesuai situasi geopolitik yang terus berubah.
👁 1288 kali
👁 709 kali
👁 859 kali
👁 1024 kali
👁️ Dilihat 74 kali





