Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Bantah Kena OTT KPK, NasDem Turun Tangan Klarifikasi

1. Kabar OTT KPK Guncang Publik

Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, menjadi sorotan publik pada Kamis (7/8/2025) usai beredar kabar adanya operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Sulawesi Tenggara. Sejumlah media menyebut bahwa pejabat yang diamankan adalah kepala daerah dari Kolaka Timur, sehingga muncul dugaan bahwa Abdul Azis ikut terlibat.

2. Abdul Azis Langsung Membantah

Namun, bantahan tegas langsung muncul dari berbagai pihak. Abdul Azis secara pribadi membantah keterlibatannya dalam OTT tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan tidak mengetahui adanya operasi tersebut dan menyebut bahwa saat itu dirinya sedang berada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk urusan dinas.

3. NasDem Tunjukkan Bukti Alibi

Tidak hanya itu, Partai NasDem sebagai partai tempat Abdul Azis bernaung juga mengeluarkan klarifikasi resmi. Bendahara Umum DPP NasDem, Ahmad Sahroni, menyebut bahwa Abdul Azis sedang menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NasDem di Kota Makassar saat kabar OTT beredar. Bahkan, menurut Sahroni, Abdul Azis duduk tepat di sampingnya ketika konferensi pers berlangsung.

4. KPK Masih Telusuri Identitas Terduga

Sementara itu, pihak KPK menyatakan bahwa OTT memang terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara, namun belum merinci siapa saja yang terlibat. Ketua KPK Setyo Budiyanto mengonfirmasi bahwa tim KPK masih bekerja di lapangan dan belum bisa mengungkap identitas para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

5. Polda Sultra Klarifikasi Status Abdul Azis

Polda Sulawesi Tenggara juga ikut memberikan penjelasan. Melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), mereka menegaskan bahwa Bupati Kolaka Timur tidak terlibat dalam operasi itu. Polisi menyatakan bahwa hingga kini Abdul Azis tidak masuk dalam daftar pihak yang diperiksa oleh penyidik KPK.

Produk Terkait

6. Profil Abdul Azis Sebagai Bupati Baru

Abdul Azis sendiri baru dilantik sebagai Bupati Kolaka Timur periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025 di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik bersama wakilnya, Yosep Sahaka, dan sejak saat itu aktif menjalankan berbagai agenda pemerintahan di daerahnya.

7. Aktif Menjalankan Pemerintahan Daerah

Sejak menjabat, Abdul Azis dikenal aktif dalam pemulihan pascabencana dan penataan birokrasi. Ia beberapa kali memimpin langsung penanganan dampak gempa bumi yang melanda Kolaka Timur serta melantik sejumlah pejabat penting termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru. Aktivitasnya itu membuktikan komitmen dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan responsif.

8. Seruan Klarifikasi dan Pemerintahan Tetap Berjalan

Dengan munculnya kabar OTT yang menyebut namanya, Abdul Azis merasa dirugikan dan meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap menjalankan tugas pemerintahan seperti biasa dan mendukung penuh penegakan hukum oleh lembaga manapun, termasuk KPK.