Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Global
Harga Bitcoin kembali berada di zona merah setelah nilainya merosot hingga sekitar Rp1,08 miliar per koin. Koreksi ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan tarif yang dikaitkan dengan pernyataan mantan Presiden AS, Donald Trump. Pelaku pasar merespons isu tersebut dengan aksi jual cepat, sehingga tekanan terhadap BTC semakin dalam.
Penurunan sekitar 4 persen dalam sehari menunjukkan bahwa volatilitas masih menjadi karakter utama aset kripto. Investor global memilih bersikap defensif dan memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman. Kondisi ini langsung menyeret kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan ke level yang lebih rendah.
Pasar Kripto Kompak Masuk Zona Merah
Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset digital lain ikut terkoreksi. Altcoin berkapitalisasi besar mengalami tekanan jual serupa karena sentimen negatif menyebar cepat. Ketika BTC melemah, biasanya pasar kripto secara umum mengikuti arah tersebut. Korelasi yang kuat antar aset digital membuat efek domino sulit dihindari.
Trader jangka pendek meningkatkan aksi ambil untung untuk mengamankan profit sebelumnya. Sementara itu, investor ritel cenderung menunggu kepastian arah kebijakan global sebelum kembali masuk pasar. Volume perdagangan meningkat, namun didominasi transaksi jual.
Sentimen Tarif Trump Picu Kekhawatiran
Isu tarif dagang kembali menjadi sorotan setelah wacana kebijakan proteksionis mencuat. Pasar khawatir kebijakan tersebut dapat memicu ketegangan ekonomi baru dan memperlambat pertumbuhan global. Ketidakpastian ini membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi, termasuk BTC.
Kondisi makroekonomi global memang sangat memengaruhi pergerakan kripto. Ketika sentimen negatif mendominasi, harga Bitcoin cenderung melemah karena investor menghindari risiko. Hal ini memperlihatkan bahwa BTC kini semakin sensitif terhadap dinamika politik dan ekonomi internasional.
Analisis Teknikal dan Level Psikologis
Secara teknikal, penurunan ke kisaran Rp1,08 miliar menjadi level psikologis penting bagi pasar. Jika tekanan jual berlanjut, BTC berpotensi menguji support berikutnya. Sebaliknya, apabila sentimen mereda, peluang rebound tetap terbuka karena minat institusional terhadap Bitcoin masih cukup kuat.
Indikator volatilitas menunjukkan pergerakan harga yang agresif dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu menerapkan manajemen risiko yang disiplin. Strategi pembelian bertahap bisa menjadi opsi bagi investor jangka panjang yang percaya pada fundamental Bitcoin.
Prospek BTC di Tengah Tekanan
Meski BTC tertekan dalam jangka pendek, banyak analis menilai tren jangka panjangnya belum berubah secara drastis. Adopsi institusi, perkembangan regulasi yang lebih jelas, serta inovasi teknologi blockchain tetap menjadi faktor pendukung utama.
Namun, investor tetap harus mencermati perkembangan kebijakan global, terutama terkait isu tarif dan hubungan dagang internasional. Selama ketidakpastian masih tinggi, fluktuasi harga kemungkinan tetap terjadi. BTC tertekan hari ini, tetapi arah selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas sentimen pasar global.
👁 682 kali
👁 822 kali
👁 878 kali
👁 864 kali
👁️ Dilihat 10 kali




