Kronologi Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta
Kasus Andrie Yunus disiram air keras menjadi perhatian publik setelah aktivis dari KontraS itu diserang oleh orang tidak dikenal di Jakarta. Insiden tersebut terjadi pada Kamis malam ketika Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor usai mengikuti kegiatan diskusi dan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Menurut keterangan yang beredar dari lembaga tersebut, dua pelaku menggunakan sepeda motor dan mendekati korban dari arah berlawanan. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh Andrie. Serangan tersebut mengenai bagian wajah, tangan, dada, serta area mata korban. Warga sekitar yang mendengar teriakan korban segera memberikan pertolongan dan membawa Andrie untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Kondisi Andrie Yunus Setelah Serangan
Setelah insiden penyiraman air keras, Andrie Yunus langsung dilarikan ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif. Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya. Luka tersebut terutama terdapat pada bagian wajah, tangan, dan mata.
Tim dokter dari berbagai spesialis—mulai dari mata, saraf, hingga kulit—menangani kondisi korban secara intensif. Dokter juga merencanakan tindakan operasi pada bagian mata menggunakan metode cangkok membran amnion untuk membantu pemulihan jaringan yang rusak. Hingga saat ini Andrie masih menjalani perawatan dan pemantauan medis secara ketat.
KontraS Desak Pengusutan Kasus Penyerangan Aktivis
Serangan terhadap Andrie Yunus memicu reaksi keras dari organisasi masyarakat sipil. KontraS menilai tindakan tersebut sebagai bentuk teror terhadap pembela hak asasi manusia yang vokal menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara.
Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa Andrie sebelumnya aktif dalam berbagai advokasi, termasuk kritik terhadap sejumlah kebijakan keamanan dan isu militerisme. Aktivitasnya sebagai aktivis HAM membuatnya kerap bersinggungan dengan isu sensitif, sehingga organisasi masyarakat sipil mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut.
Polri Selidiki Kasus dan Kumpulkan Bukti
Menanggapi peristiwa tersebut, Polri menyatakan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan rekaman CCTV dari sekitar lokasi.
Penyidik juga mencari keterangan saksi yang melihat kejadian tersebut serta melacak identitas dua pelaku yang diduga menggunakan sepeda motor saat melakukan penyerangan. Aparat berjanji akan mengusut kasus ini secara serius karena serangan tersebut termasuk tindak kekerasan berat yang dapat membahayakan nyawa korban.
👁 1380 kali
👁 767 kali
👁 774 kali
👁 1232 kali
👁️ Dilihat 13 kali




