Dividen BMRI Capai Rp6,16 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan dividen BMRI interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham. Total dana yang disiapkan perseroan mencapai sekitar Rp6,16 triliun. Keputusan tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis Bank Mandiri sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada para pemegang saham. Dewan Komisaris telah memberikan persetujuan atas keputusan Direksi pada 3 September 2026. Selanjutnya, perseroan menyampaikan informasi pembagian dividen tersebut melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 September 2026. Dengan pembagian interim ini, total dividen Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Nilai tersebut terdiri dari dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim 2026 sebesar Rp6,16 triliun.
Kinerja Bank Mandiri Menopang Pembagian Dividen
Pembagian dividen BMRI berlangsung ketika kinerja bisnis Bank Mandiri masih menunjukkan pertumbuhan kuat. Secara bank only, penyaluran kredit hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.592 triliun atau tumbuh 17,6% secara tahunan. Pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,6% menjadi Rp1.687 triliun. Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp2.358 triliun dengan pertumbuhan 20,7% secara tahunan. Dari sisi profitabilitas, laba bersih Bank Mandiri meningkat 22,3% menjadi Rp37,5 triliun. Selain itu, perseroan tetap menjaga kualitas aset dengan mencatatkan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 1%. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk membagikan dividen sekaligus mempertahankan ekspansi bisnis secara prudent.
Aktivitas Digital Bank Mandiri Terus Meningkat
Selain pertumbuhan kredit dan laba, ekosistem digital juga mendukung kinerja Bank Mandiri. Hingga Agustus 2026, aplikasi Livin’ by Mandiri telah digunakan sekitar 42,2 juta pengguna dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar. Pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri memiliki sekitar 385,3 ribu pengguna terdaftar dengan frekuensi transaksi mencapai 1,05 miliar. Peningkatan aktivitas tersebut turut mendorong pertumbuhan fee-based income Bank Mandiri sebesar 12,9% secara tahunan hingga akhir Agustus 2026. Karena itu, pengembangan layanan digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem bisnis perseroan. Bank Mandiri terus memperluas fitur Livin’ dan Kopra untuk memenuhi kebutuhan transaksi, investasi, pengelolaan keuangan, hingga aktivitas bisnis nasabah. Pertumbuhan tersebut turut memperkuat optimisme manajemen dalam menjaga kinerja jangka panjang.
Jadwal Cum Date dan Ex Date Dividen BMRI
Investor perlu mencermati jadwal dividen BMRI agar tidak melewatkan batas waktu untuk memperoleh hak dividen interim. Cum dividend BMRI untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026. Setelah itu, ex dividend pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 16 September 2026. Selanjutnya, cum dividend pasar tunai ditetapkan pada 17 September 2026, sedangkan ex dividend pasar tunai berlangsung pada 18 September 2026. Bank Mandiri menetapkan recording date atau tanggal pencatatan pemegang saham pada 17 September 2026. Investor yang memenuhi ketentuan dan tercatat pada tanggal tersebut berhak menerima dividen sesuai jumlah saham yang dimiliki. Oleh sebab itu, investor sebaiknya memperhatikan seluruh tahapan jadwal sebelum mengambil keputusan investasi terkait saham BMRI.
Pembayaran Dividen BMRI Dilakukan 2 Oktober 2026
Bank Mandiri menjadwalkan pembayaran dividen BMRI pada 2 Oktober 2026 kepada pemegang saham yang memenuhi persyaratan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan permodalan perseroan dengan tetap memperhatikan kebutuhan ekspansi bisnis, kecukupan modal, likuiditas, dan rasio keuangan. Manajemen menilai Bank Mandiri masih memiliki kapasitas untuk membagikan dividen sekaligus melanjutkan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif. Bagi investor, dividen interim sebesar Rp66 per saham dapat menjadi salah satu informasi penting dalam mempertimbangkan saham BMRI. Namun, investor tetap perlu memperhatikan harga saham, kinerja keuangan, prospek bisnis, serta risiko pasar sebelum mengambil keputusan. Dengan fundamental yang masih tumbuh dan aktivitas digital yang semakin kuat, Bank Mandiri berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan pemberian nilai tambah kepada pemegang saham.
👁 3550 kali
👁 2454 kali
👁 2720 kali
👁 2154 kali
👁️ Dilihat 17 kali




