Saham BUMI Menguat Setelah Akuisisi Loyal Metals
Saham BUMI bergerak menguat pada awal perdagangan Senin, 7 September 2026, setelah PT Bumi Resources Tbk menyelesaikan akuisisi Loyal Metals Ltd di Australia. Pada 20 menit pertama perdagangan, saham BUMI naik 4,76% atau 10 poin ke level Rp220 per saham. Pergerakan tersebut menunjukkan respons positif pasar terhadap ekspansi perseroan ke sektor tambang emas dan tembaga Australia. Selain itu, saham BUMI sempat berada pada rentang Rp220 hingga Rp222 per saham menjelang sesi pertama berakhir. Kenaikan ini berlangsung setelah perusahaan mengumumkan penyelesaian transaksi akuisisi pada 4 September 2026.
BUMI Rogoh Rp1 Triliun untuk Loyal Metals
Melalui Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), BUMI mengambil alih 175.710.515 saham Loyal Metals. Jumlah tersebut mewakili 100% saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perusahaan tambang asal Australia tersebut. Nilai transaksi mencapai AUD79,07 juta atau sekitar Rp1,004 triliun. Dengan penyelesaian transaksi, BUMI kini mengendalikan Loyal Metals secara penuh melalui BRA. Langkah ini sekaligus memperkuat strategi perseroan untuk memperluas portofolio bisnis pertambangan di luar Indonesia. Manajemen menilai aset Loyal Metals dapat memberikan akses terhadap sejumlah proyek mineral strategis di Australia.
Aset Emas dan Tembaga Jadi Andalan
Loyal Metals memiliki aset tambang di Queensland yang memiliki rekam jejak produksi emas dan tembaga. Salah satu aset yang menjadi perhatian adalah Highway Reward. Tambang tersebut mencatat produksi historis sekitar 3,65 juta ton dengan kadar tembaga 5,7% serta sekitar 260 ribu ton dengan kadar emas 4,5 gram per ton selama periode operasi 1987 hingga 2005. Selain aset tersebut, Loyal Metals juga memiliki eksposur terhadap proyek lithium di Kanada. Potensi lithium menjadi nilai tambah karena permintaan bahan baku baterai terus berkembang seiring pertumbuhan kendaraan listrik. Karena itu, akuisisi Loyal Metals memberikan peluang diversifikasi bagi BUMI sekaligus memperluas basis aset mineral perseroan.
Ekspansi Australia Perkuat Portofolio BUMI
Akuisisi Loyal Metals melanjutkan langkah BUMI dalam memperbesar eksposur terhadap komoditas emas dan tembaga Australia. Sebelumnya, kelompok usaha yang melibatkan Bakrie dan Salim telah mengakuisisi Wolfram Limited serta Jubilee Metal. Wolfram memiliki aset Crush Creek dan Mount Carlton di Queensland. Berdasarkan data yang disebutkan perseroan, Crush Creek memiliki sumber daya mineral dengan kandungan emas yang menarik, sedangkan Mount Carlton juga menyimpan cadangan mineral yang mendukung prospek produksi. Kehadiran sejumlah aset tersebut membuat ekspansi Australia menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan BUMI. Dengan tambahan Loyal Metals, perseroan memiliki portofolio aset mineral yang semakin beragam.
Kinerja Semester I 2026 Tetap Positif
Di tengah ekspansi tersebut, BUMI juga mencatat pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih US$58,85 juta atau sekitar Rp1,06 triliun, meningkat 188,48% dibandingkan US$20,40 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan BUMI turut naik menjadi US$866,75 juta dari US$677,93 juta. Laba sebelum pajak juga meningkat hampir dua kali lipat menjadi US$104,32 juta. Namun, perseroan tetap menghadapi tekanan pada arus kas operasional yang mencatat penggunaan kas bersih US$64,83 juta. Di sisi lain, total aset BUMI tumbuh 9,03% menjadi US$4,59 miliar hingga akhir Juni 2026. Dengan kinerja tersebut, investor kini mencermati kemampuan BUMI mengoptimalkan aset baru Loyal Metals sekaligus menjaga pertumbuhan keuangan perseroan.
👁 3528 kali
👁 2441 kali
👁 3013 kali
👁 3141 kali
👁️ Dilihat 11 kali




