Ledakan Gas di Bekasi Tewaskan Ayah dan Anak

Enam Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit

Ledakan Gas di Bekasi Terjadi Dini Hari

Ledakan gas di Bekasi terjadi di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Insiden tersebut diduga bermula dari kebocoran gas LPG di sebuah rumah ketika salah satu anggota keluarga sedang memasak dan menghangatkan nasi. Situasi kemudian berubah menjadi bencana setelah gas yang diduga bocor tersambar api. Akibat kejadian itu, enam anggota keluarga mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda. Selain itu, dua korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi.

Ayah dan Anak Meninggal Dunia

Dua korban dalam ledakan gas di Bekasi tersebut adalah Deni Setiawan (36) dan anaknya, Raihan Alfarizky (7). Keduanya mengalami luka bakar sangat parah dengan luas lebih dari 90 persen. Tim medis sempat memberikan penanganan di RSUD Kabupaten Bekasi. Namun, kondisi keduanya tidak tertolong sehingga ayah dan anak tersebut meninggal dunia. Sementara itu, empat anggota keluarga lainnya masih menjalani perawatan. Enah mengalami luka bakar sekitar 90 persen dan mendapat perawatan intensif di ruang ICU. Kemudian, Amelya Putri mengalami luka pada tangan dan kaki dengan luas kurang dari 50 persen. Dua korban lainnya, Buyin dan Aisyah (15), juga mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Ayah dan Anak Meninggal Dunia

Kronologi Kebocoran Gas hingga Ledakan

Berdasarkan keterangan keluarga dan Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, peristiwa bermula ketika Enah sedang memasak atau menghangatkan nasi. Saat itu, keluarga menduga terjadi kebocoran pada tabung atau saluran LPG. Enah kemudian meminta bantuan anggota keluarganya untuk memeriksa dan memperbaiki bagian yang bermasalah. Namun, api diduga sudah muncul di sekitar lokasi kebocoran. Gas yang terkumpul kemudian tersambar api dan memicu ledakan di dalam ruangan. Tami (55), kerabat korban yang tinggal di sebelah rumah, mengaku mendengar suara ledakan keras. Setelah itu, warga segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban ke rumah sakit.

Enam Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit

Setelah ledakan gas di Bekasi terjadi, enam korban langsung mendapatkan pertolongan. Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti mengetahui kejadian tersebut setelah Aisyah datang meminta bantuan sekitar pukul 04.00 WIB. Ketika petugas tiba, beberapa korban sudah berada di luar rumah dalam kondisi mengalami luka bakar. Petugas kemudian membagi proses evakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya menuju Rumah Sakit Sentra Medika. Karena mengalami luka bakar serius, sejumlah korban kemudian membutuhkan penanganan lebih intensif. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pertolongan cepat ketika kebakaran atau ledakan terjadi di lingkungan rumah.

Enam Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Gas

Hingga Minggu (30/8/2026), ledakan gas di Bekasi masih dalam penanganan Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi. Polisi perlu memastikan sumber kebocoran, titik awal api, serta rangkaian kejadian yang menyebabkan ledakan. Dugaan awal mengarah pada kebocoran LPG, tetapi penyebab pasti tetap menunggu hasil penyelidikan aparat. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar memeriksa kondisi tabung, regulator, selang, dan kompor secara berkala. Jika mencium bau gas, masyarakat sebaiknya tidak menyalakan api atau perangkat listrik dan segera menjauh dari sumber kebocoran. Dengan kewaspadaan dan pemeriksaan rutin, risiko kebakaran akibat kebocoran LPG dapat ditekan.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3443 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2375 kali

-5%
Original price was: Rp800.000.Current price is: Rp760.000.

👁 1300 kali

-5%
Original price was: Rp1.000.000.Current price is: Rp950.000.

👁 3090 kali

👁️ Dilihat 11 kali