IHSG Hari Ini: Pasar Wait-and-See Jelang Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Jadi Sentimen Penting IHSG

IHSG Hari Ini Dibayangi Sikap Wait-and-See Investor

IHSG hari ini menjadi perhatian pelaku pasar karena pergerakannya berlangsung di tengah sikap wait-and-see menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR, Jumat (14/8/2026). Investor mencermati pidato kenegaraan sekaligus penyampaian arah kebijakan fiskal pemerintah untuk tahun anggaran 2027. Kondisi tersebut membuat pergerakan indeks cenderung terbatas pada awal perdagangan. IHSG dibuka melemah 5,18 poin atau 0,08 persen ke level 6.296,59. Sebelumnya, tekanan jual membuat IHSG terkoreksi cukup dalam pada perdagangan Kamis. Investor asing juga mencatat net sell sekitar Rp1,41 triliun di seluruh pasar. Selain itu, hasil tinjauan MSCI periode Agustus 2026 turut memengaruhi sentimen pasar. Karena itu, pelaku pasar memilih mencermati perkembangan sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.

Pidato Prabowo Jadi Sentimen Penting IHSG

Perhatian investor kemudian tertuju pada pidato Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI. Agenda tersebut penting karena pemerintah akan memberikan gambaran mengenai kebijakan ekonomi dan fiskal untuk 2027. Pasar terutama mencermati target pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, asumsi nilai tukar rupiah, strategi pembiayaan, serta program yang dapat mendorong konsumsi dan investasi. Pemerintah juga menetapkan sejumlah prioritas nasional, seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, isi pidato dapat menjadi katalis bagi IHSG hari ini. Jika investor menilai kebijakan tersebut mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi, sentimen positif berpotensi muncul. Sebaliknya, kekhawatiran terhadap defisit atau pembiayaan dapat membuat investor tetap berhati-hati.

Pidato Prabowo Jadi Sentimen Penting IHSG

IHSG Sempat Rebound Saat Pidato Berlangsung

Pergerakan IHSG hari ini kemudian menunjukkan pemulihan setelah sempat berada di zona merah. Hingga sekitar pukul 11.20 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.337,19 atau menguat 0,56 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.301,77. Indeks sempat menyentuh level terendah 6.267,41 sebelum naik hingga 6.343,11. Penguatan tersebut berlangsung ketika Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR. Pada periode tersebut, sebanyak 305 saham menguat, sedangkan 315 saham melemah dan 343 saham bergerak stagnan. Mayoritas sektor juga berada di zona positif. Sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 1,67 persen, disusul infrastruktur 1,45 persen dan sektor siklikal 1,17 persen. Kondisi ini menunjukkan investor mulai merespons positif perkembangan domestik meski tekanan dari sentimen global dan MSCI masih membayangi.

Sentimen Global Beri Ruang bagi IHSG

Selain faktor domestik, IHSG hari ini juga mendapat dukungan dari pergerakan pasar global. Bursa Wall Street menguat pada Kamis (13/8), dengan S&P 500 naik 0,65 persen, Nasdaq Composite bertambah 1,15 persen, dan Dow Jones Industrial Average meningkat 0,13 persen. Data inflasi produsen Amerika Serikat yang moderat turut membantu meredakan kekhawatiran terhadap prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan harga minyak, nilai tukar rupiah, serta arus modal asing. Tekanan jual asing masih menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan indeks. Di sisi lain, pasar saham Asia bergerak beragam pada Jumat pagi. Situasi tersebut membuat sentimen eksternal belum sepenuhnya memberikan arah yang kuat bagi pasar domestik.

Sentimen Global Beri Ruang bagi IHSG

Level Support dan Resistance IHSG

Secara teknikal, sejumlah analis sekuritas melihat IHSG hari ini masih berpeluang bergerak terbatas. Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks bergerak sideways dalam kisaran 6.230-6.370. Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas melihat area support berada di 6.270-6.300 dengan resistance 6.350-6.400. Mirae Asset Sekuritas memberikan level support 6.242 dan 6.191 serta resistance 6.363 dan 6.406. Selama indeks mampu bertahan di atas area support, peluang rebound masih terbuka. Namun, tekanan jual dapat kembali meningkat apabila IHSG gagal mempertahankan level tersebut. Oleh sebab itu, investor sebaiknya memperhatikan perkembangan pidato Prabowo, arah kebijakan RAPBN 2027, arus dana asing, dan sentimen global sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan pasar tetap dinamis sehingga strategi transaksi perlu disesuaikan dengan risiko masing-masing investor.

-5%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.757.500.

👁 3259 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 2012 kali

-12%
Original price was: Rp1.850.000.Current price is: Rp1.628.000.

👁 2251 kali

-5%
Original price was: Rp2.000.000.Current price is: Rp1.900.000.

👁 3013 kali

👁️ Dilihat 9 kali