Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN di Istana Negara
Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Sudaryono menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Dengan demikian, pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut menjadi salah satu prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat di berbagai daerah.
Kronologi Pergantian Pimpinan Badan Gizi Nasional
Pergantian pimpinan BGN berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Sebelumnya, Dadan Hindayana diberhentikan pada 2 Juni 2026 dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi terkait pelaksanaan MBG. Setelah itu, Nanik Sudaryati Deyang dipercaya memimpin lembaga tersebut. Namun, ia mengundurkan diri sekitar 44 hari kemudian karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono sebagai penerus untuk memastikan program strategis nasional tetap berjalan tanpa hambatan.
Program MBG Jadi Prioritas Kepemimpinan Baru
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa Program MBG melayani sekitar 82 juta penerima manfaat. Karena itu, program tersebut membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja cepat dan mengambil keputusan secara tepat. Zulhas mengaku sempat mengusulkan kepada Presiden agar BGN dipimpin oleh sosok yang lebih muda. Menurutnya, percepatan distribusi makanan bergizi, terutama di pondok pesantren dan wilayah tertinggal, harus menjadi fokus utama. Selain itu, pemerintah telah menindak berbagai pelanggaran yang terjadi selama pelaksanaan MBG sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola.
Tantangan Memulihkan Kepercayaan Publik terhadap BGN
Pergantian kepala lembaga belum tentu langsung mengembalikan kepercayaan masyarakat. Di sisi lain, publik masih menunggu hasil pembenahan yang nyata. BGN masih harus menyelesaikan evaluasi ribuan dapur MBG, memperkuat sistem pengawasan, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Selanjutnya, transparansi penggunaan anggaran juga menjadi perhatian penting. Pemerintah diharapkan mampu memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat. Langkah tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan hanya melakukan pergantian pejabat.
Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN Hadapi Reformasi MBG
Kepala BGN yang baru kini menghadapi tantangan besar untuk melanjutkan reformasi internal. Namun demikian, Sudaryono menyatakan siap bekerja keras dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Fokus utamanya adalah memperbaiki tata kelola, memperkuat pengawasan operasional, serta meningkatkan kualitas distribusi makanan bergizi di seluruh Indonesia. Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan ini akan diukur dari kemampuan pemerintah menghadirkan Program MBG yang lebih transparan, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap Badan Gizi Nasional.
👁 2913 kali
👁 2035 kali
👁 2148 kali
👁 2730 kali
👁️ Dilihat 8 kali




