Bursa Saham Indonesia Menguat, IHSG Tembus 6.430
IHSG Tembus 6.430 pada perdagangan Kamis (23/7/2026) setelah mencatat penguatan 95,68 poin atau 1,51% ke level 6.430,15 pada sesi pertama. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat beli investor setelah indeks sempat mengalami tekanan dalam beberapa perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak pada rentang 6.338,24 hingga 6.437,20 sepanjang perdagangan pagi. Aktivitas transaksi juga terlihat kuat dengan frekuensi mencapai 1,75 juta kali perdagangan.
Sebanyak 450 saham berhasil menguat, sedangkan 166 saham melemah dan 177 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan dominasi sentimen positif di pasar saham domestik.
Selain itu, kapitalisasi pasar BEI meningkat menjadi Rp11.286 triliun. Nilai tersebut bertambah hampir Rp200 triliun dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp11.096 triliun.
Saham Komoditas dan Teknologi Dorong Kinerja Indeks
Penguatan pasar saham Indonesia terjadi berkat kontribusi besar dari sektor komoditas, teknologi, dan perbankan. Investor terlihat kembali mengakumulasi saham yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi, terutama dari sektor energi dan mineral.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan kontribusi terbesar terhadap kenaikan indeks. Saham tersebut memberikan tambahan 9,56 poin terhadap IHSG. Selain itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut menopang pergerakan indeks dengan kontribusi 6,74 poin.
Beberapa saham lain yang ikut mendukung penguatan yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Dari sisi sektoral, sektor properti memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 6,12%. Kemudian sektor energi meningkat 3,21%, utilitas naik 2,91%, dan barang baku bertambah 2,86%.
Tekanan Harga Minyak Membatasi Penguatan Pasar
Meskipun sempat menguat tajam, IHSG akhirnya berbalik melemah pada akhir perdagangan Kamis. Indeks ditutup turun 0,30% ke level 6.315,31 setelah sebelumnya mencapai posisi tertinggi harian di 6.454,30.
Investor mulai melakukan aksi ambil untung setelah indeks mengalami penguatan dalam beberapa sesi perdagangan. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah global turut membuat pelaku pasar mengambil langkah lebih hati-hati.
Harga minyak WTI meningkat hampir 3,7% menjadi US$90,03 per barel. Sementara itu, minyak Brent naik lebih dari 4,5% menuju level US$98,39 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Tekanan terhadap indeks juga datang dari saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu pemberat utama dengan mengurangi 4,41 poin terhadap pergerakan indeks.
Investor Asing Lakukan Aksi Jual di Pasar Saham
Pergerakan bursa pada perdagangan Kamis turut dipengaruhi aktivitas investor asing. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,22 triliun di seluruh pasar.
Pada pasar reguler, nilai jual bersih asing mencapai Rp712,21 miliar. Saham dengan tekanan jual terbesar berasal dari BBCA sebesar Rp484,3 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp367,9 miliar, dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) sebesar Rp307 miliar.
Namun, beberapa saham tetap mendapatkan aliran dana asing. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat net buy asing sebesar Rp95,7 miliar. Selanjutnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencapai Rp90,4 miliar dan AMMN sebesar Rp78,2 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan investor masih tertarik pada saham berbasis energi dan komoditas meskipun tekanan jual masih terjadi di beberapa saham unggulan.
Prospek Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham
Secara teknikal, keberhasilan indeks melewati level 6.400 memberikan sinyal positif bagi tren jangka pendek. Area tersebut kini menjadi level penting yang perlu dipertahankan oleh pelaku pasar.
Apabila indeks mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju kisaran 6.450 hingga 6.500 masih terbuka. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko koreksi akibat aksi ambil untung.
Phintraco Sekuritas menilai indikator Stochastic RSI mengalami death cross di area overbought. Walaupun demikian, histogram MACD masih berada di zona positif sehingga peluang penguatan belum sepenuhnya hilang.
Untuk perdagangan berikutnya, investor dapat mencermati saham BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL. Selain itu, saham BUMI, AMMN, serta BRMS masih menjadi perhatian karena mendapat dukungan dari sentimen sektor komoditas.
👁 2879 kali
👁 2791 kali
👁 2022 kali
👁 2645 kali
👁️ Dilihat 11 kali





