Lo Kheng Hong Tambah Investasi di SIMP dan GJTL, Ini Alasannya
Investor senior Lo Kheng Hong kembali menjadi perhatian pelaku pasar modal. Sepanjang 2026, ia terlihat aktif meningkatkan kepemilikan pada beberapa emiten yang dinilai memiliki prospek menarik. Dua di antaranya adalah PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Langkah tersebut menunjukkan bahwa strategi investasi jangka panjang masih menjadi pilihan utama bagi investor yang dikenal sebagai penganut value investing.
Lo Kheng Hong Perbesar Kepemilikan Saham SIMP
Lo Kheng Hong tambah investasi pada saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) melalui sejumlah transaksi sepanjang 2026. Salah satu pembelian dilakukan dengan menambah sekitar 900.000 lembar saham. Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikannya meningkat menjadi sekitar 5,26%.
Sebelumnya, Lo Kheng Hong juga membeli 19,9 juta saham SIMP pada harga Rp600 per lembar. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp11,94 miliar. Pembelian itu dilakukan untuk memperbesar portofolio investasi. Dengan demikian, statusnya tetap sebagai investor dan bukan pemegang saham pengendali.
Koreksi Harga Menjadi Peluang Investasi
Pergerakan harga saham SIMP sempat mengalami tekanan dalam beberapa pekan. Bahkan, harga sahamnya turun lebih dari 20% dalam satu bulan. Meski demikian, kondisi tersebut justru dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menambah kepemilikan.
Selain itu, Lo Kheng Hong dikenal konsisten membeli saham ketika valuasinya dianggap menarik. Strategi tersebut berfokus pada kualitas fundamental perusahaan. Oleh karena itu, banyak investor menilai langkah tersebut sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek bisnis perkebunan dalam jangka panjang.
Dividen GJTL Diikuti Aksi Akumulasi Saham
Tidak hanya di sektor perkebunan, Lo Kheng Hong tambah investasi pada saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Penambahan kepemilikan dilakukan setelah pembagian dividen tunai yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp18,62 miliar sebelum pajak.
Selanjutnya, ia membeli tambahan sekitar 1,62 juta saham GJTL pada Juni 2026. Akibatnya, total kepemilikannya meningkat menjadi 237.450.900 saham atau sekitar 6,814% dari saham yang beredar. Sementara itu, Denham Pte Ltd tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 49,5%. Di sisi lain, Compagnie Financiere masih mempertahankan kepemilikan sebesar 10%.
Kepemilikan GJTL Terus Bertambah
Akumulasi saham GJTL berlangsung secara bertahap sejak awal tahun. Pada akhir Maret 2026, Lo Kheng Hong telah memiliki sekitar 218 juta saham. Setelah itu, jumlah tersebut kembali meningkat pada April dan Juni. Total tambahan saham selama periode tersebut mencapai lebih dari 19 juta lembar.
Selain memperoleh potensi keuntungan dari kenaikan harga saham, investasi tersebut juga menghasilkan pendapatan dividen yang besar. Karena itu, strategi investasi jangka panjang kembali menjadi sorotan. Pendekatan tersebut memperlihatkan pentingnya memilih perusahaan yang memiliki fundamental kuat dan prospek bisnis yang sehat.
Investor Mencermati Langkah Lo Kheng Hong
Pergerakan portofolio Lo Kheng Hong selalu menjadi perhatian investor di Bursa Efek Indonesia. Banyak pelaku pasar mengikuti setiap perubahan kepemilikannya sebagai bahan pertimbangan. Namun, keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.
Terakhir, strategi value investing membutuhkan kesabaran serta disiplin dalam memilih emiten. Selain itu, investor juga perlu memahami laporan keuangan, prospek industri, dan valuasi perusahaan sebelum membeli saham. Dengan cara tersebut, keputusan investasi menjadi lebih rasional dan tidak hanya mengikuti langkah investor terkenal.
👁 2671 kali
👁 1920 kali
👁 2228 kali
👁 1889 kali
👁️ Dilihat 9 kali




