BGN Bantah OTT Sony Sonjaya di Mabes Polri
Frasa BGN Bantah OTT Sony Sonjaya langsung menjadi perhatian publik setelah isu operasi tangkap tangan sempat beredar di media sosial. Namun, Badan Gizi Nasional memastikan kabar tersebut tidak benar. Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, bahkan hadir langsung di Bareskrim Polri untuk memberikan klarifikasi kepada awak media.
Selain itu, Sony menegaskan dirinya masih aktif menjalankan tugas negara. Ia juga menjelaskan bahwa kedatangannya ke Mabes Polri bertujuan untuk berkoordinasi dengan Satgas MBG terkait dugaan praktik jual beli titik SPPG. Sementara itu, Kejaksaan Agung melalui Kapuspenkum Anang Supriatna turut membantah isu OTT yang ramai diperbincangkan masyarakat.
BGN Bantah OTT Sony Sonjaya dan Fokus Berantas Penipuan SPPG
Di tengah isu liar yang berkembang, BGN justru memperkuat pengawasan terhadap praktik penipuan berkedok pengurusan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Menurut Sony Sonjaya, banyak korban mengaku ditawari jasa pengurusan titik SPPG oleh pihak yang mengatasnamakan pejabat BGN.
Namun demikian, BGN menegaskan tidak ada mekanisme jual beli titik SPPG dalam program pemerintah. Semua proses pendaftaran mitra dilakukan melalui jalur resmi tanpa perantara. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap pihak yang menawarkan akses cepat dengan imbalan sejumlah uang.
Polda Jabar Bongkar Sindikat Penipuan Titik SPPG
Sementara itu, Polda Jawa Barat berhasil membongkar sindikat penipuan proyek SPPG dengan total kerugian mencapai Rp1,9 miliar. Polisi menetapkan Oki Pradana sebagai otak utama penipuan yang menjual titik SPPG fiktif kepada masyarakat di berbagai daerah.
Selain Oki, tiga pelaku lain juga ikut diamankan karena memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksi penipuan tersebut. Para tersangka menggunakan modus mengaku memiliki relasi dekat dengan pejabat BGN. Bahkan, mereka memperlihatkan dokumen dan percakapan palsu agar korban percaya. Akibatnya, sedikitnya 21 titik SPPG palsu berhasil diperjualbelikan.
Modus Penipuan Jual Beli Titik SPPG yang Marak Terjadi
BGN mengungkap beberapa modus penipuan yang kini semakin marak. Pertama, pelaku mengaku sebagai pejabat atau relasi BGN untuk menawarkan pengurusan titik SPPG. Selain itu, ada kelompok yang membentuk yayasan atau perusahaan bodong agar terlihat resmi di mata calon korban.
Di sisi lain, sebagian pelaku juga memalsukan kartu identitas dan dokumen pendaftaran. Modus tersebut dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka memiliki akses khusus ke program pemerintah. Padahal, seluruh klaim itu dipastikan hoaks setelah diverifikasi oleh pihak berwenang.
BGN dan Polri Perkuat Pengawasan Program MBG
Kini, BGN bersama Satgas MBG Polri terus meningkatkan pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis agar tidak dimanfaatkan oknum tertentu. Program SPPG sendiri bukan bisnis komersial yang bisa diperjualbelikan secara bebas. Sebaliknya, pemerintah menerapkan seleksi ketat untuk menentukan mitra resmi.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada tawaran pengurusan titik SPPG dengan imbalan uang. Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat sebaiknya segera melapor kepada aparat kepolisian atau kanal resmi BGN. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap program pemenuhan gizi dapat berjalan tepat sasaran dan bebas dari praktik ilegal.
👁 1307 kali
👁 1509 kali
👁 1829 kali
👁 1485 kali
👁️ Dilihat 7 kali





